SIDOARJO, PustakaJC.co – Gubernur Khofifah Indar Parawansa meresmikan Instalasi Karantina Terpadu Jawa Timur di kawasan Puspa Agro Jemundo, Sabtu, (9/5/2026). Fasilitas ini diklaim menjadi instalasi karantina terpadu pertama di Indonesia yang mengintegrasikan layanan karantina, logistik, dan perdagangan dalam satu kawasan.
Peresmian dilakukan bersama Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding melalui penandatanganan prasasti dan penekanan tombol sirine sebagai tanda operasional dimulainya kawasan JATIM HUB-Nusantara Integrated Trade & Quarantine Gateway. Dilansir dari detikjatim.com, Minggu, (10/5/2026).
Khofifah menyebut keberadaan instalasi tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat efisiensi perdagangan dan logistik ekspor-impor di Jawa Timur.
“Ini menjadi yang pertama di Indonesia. Kami mengapresiasi Badan Karantina Indonesia atas kolaborasi besar ini,” ujar Khofifah.
Menurutnya, Jawa Timur memiliki posisi penting sebagai lumbung pangan sekaligus pusat logistik nasional. Karena itu, setiap produk yang keluar dan masuk harus terjamin keamanan, kualitas, serta legalitasnya.
Ia menjelaskan, sistem terintegrasi tersebut akan memangkas proses logistik dan karantina yang sebelumnya berjalan terpisah menjadi satu sistem modern, cepat, dan transparan.
“Kita ingin layanan logistik dan karantina saling terhubung sehingga distribusi barang lebih efisien dan memiliki kepastian layanan,” katanya.
Kawasan JATIM HUB dibangun di atas lahan 50 hektare di Jemundo, Sidoarjo, dan dilengkapi berbagai fasilitas seperti pergudangan, cold storage, laboratorium, kawasan distribusi, hingga pasar terpadu.
Fasilitas itu juga mengintegrasikan pemeriksaan, pengasingan, tindakan karantina, hingga pengujian laboratorium dalam satu kawasan. Sistem joint inspection bersama Bea Cukai diterapkan untuk mempercepat arus barang dan menekan dwelling time.
Khofifah menegaskan, keberadaan kawasan ini diharapkan menjadi pintu masuk produk koperasi, UKM, dan IKM Jawa Timur menuju pasar global.
“Kita ingin produk koperasi, UKM, dan IKM tidak hanya beredar di pasar domestik, tetapi mampu bersaing di pasar internasional,” tegasnya.
Data Pemprov Jatim mencatat, volume lalu lintas komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan di Jawa Timur mencapai lebih dari 350 ribu frekuensi setiap tahun. Potensi lalu lintas kontainer ekspor-impor yang masuk ke instalasi karantina diperkirakan mencapai 911.360 TEUs per tahun.
Pemprov Jawa Timur berharap operasional karantina terpadu ini mampu meningkatkan efisiensi logistik sekaligus memperkuat posisi Jawa Timur sebagai pusat perdagangan dan konektivitas nasional. (ivan)
#khofifahindarparawansa, #jatimhub, #karantinaterpadu, #jawatimur, #sidoarjo, #puspaagro, #logistiknasional, #eksporimpor, #ukmjatim, #industrijatim, #gerbangbarunusantara, #beritajatim, #ekonomijatim, #perdaganganglobal, #beacukai