Salah satu peluang kolaborasi yang dibahas dalam pertemuan itu adalah pengembangan sektor kesehatan bersama RSUD Dr. Soetomo.
Khofifah mengatakan, pihaknya sengaja menghadirkan Direktur RS Soetomo Prof. Cita guna menjajaki kerja sama riset layanan kesehatan dengan BRIN.
Menurutnya, salah satu inovasi unggulan BRIN yang berpotensi dikembangkan bersama adalah teknologi “Implan Tulang”, yakni material rekonstruksi tulang akibat cedera dengan kualitas tinggi.
“Ada salah satu produk unggulan riset dan inovasi milik BRIN namanya Implan Tulang. Produk inovasi dan teknologi kesehatan seperti ini bisa jadi peluang kolaborasi,” jelasnya.
[halamqn]
Selain sektor kesehatan, kerja sama juga diarahkan pada sektor pangan melalui inovasi food saver, teknologi penyimpanan hemat energi untuk menjaga kualitas beras, telur, dan komoditas pangan lainnya agar lebih tahan lama.
Khofifah menilai teknologi tersebut penting untuk mendukung efisiensi distribusi pangan sekaligus menjaga kualitas produk pertanian dan hortikultura.
“Produk yang rentan busuk seperti buah-buahan yang cenderung cepat busuk juga bisa menggunakan inovasi seperti ini sehingga produk bisa tetap fresh dan segar,” terangnya.
Sementara itu, Kepala BRIN Arif Satria mengapresiasi dukungan Pemprov Jatim dalam memperkuat ekosistem riset dan percepatan hilirisasi inovasi di daerah.
“Terima kasih kepada Ibu Gubernur atas dukungannya kepada kami untuk saling berkolaborasi dengan BRIN khususnya memperkuat riset dan mendorong hilirisasi inovasi,” kata Arif.