Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, Khofifah Sebut Pancasila Penuntun Bangsa Hadapi Tantangan Global

parlemen | 02 Juni 2026 09:21

Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, Khofifah Sebut Pancasila Penuntun Bangsa Hadapi Tantangan Global
Gubernur Khofifah saat memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Gedung Negara Grahadi Surabaya. (dok kominfo)

SURABAYA, PustakaJC.co – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa Pancasila tetap menjadi penuntun bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan global yang semakin kompleks, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik dunia.

 

Hal tersebut disampaikan Khofifah saat memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin, (1/6/2026). Upacara tersebut mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia.” Dilansir dari kominfojatim.go.id, selasa, (2/6/2026).

 

Dalam amanatnya, Khofifah mengatakan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya berperan menjaga keutuhan bangsa Indonesia, tetapi juga relevan sebagai fondasi terciptanya perdamaian dunia yang berkelanjutan.

 

Menurutnya, di tengah dunia yang diwarnai berbagai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia mampu menunjukkan bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan pemersatu bangsa. Dengan lebih dari 17 ribu pulau dan ratusan kelompok etnis, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai negara yang menjunjung tinggi persatuan dalam keberagaman.

 

“Pancasila adalah jangkar moral kita dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik. Nilai inilah yang terus menjadi kekuatan utama Bangsa Indonesia, termasuk di Jawa Timur yang selama ini dikenal sebagai miniatur Indonesia dengan keberagaman suku, agama, budaya, dan latar belakang masyarakat yang hidup berdampingan secara rukun, harmonis, dan saling menghormati,” ujar Khofifah.

 

 

Khofifah menjelaskan, bagi bangsa Indonesia, Pancasila bukan sekadar ideologi negara, melainkan living ideology atau ideologi yang hidup dan terus hadir dalam kehidupan sehari-hari masyarakat maupun penyelenggaraan pemerintahan.

 

Menurutnya, nilai-nilai Pancasila menjadi pedoman dalam cara berpikir, bekerja, melayani masyarakat, hingga mengambil kebijakan publik yang berpihak pada kepentingan rakyat.

 

“Pancasila mempertemukan perbedaan, menjaga keseimbangan antara kemajuan dan keadilan, serta menuntun penyelenggaraan pemerintahan yang berlandaskan gotong royong, musyawarah, kemanusiaan, dan keadilan sosial,” katanya.

 

Lebih lanjut, Khofifah menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan utama dalam setiap arah pembangunan daerah. Hal tersebut dilakukan untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera, inklusif, berdaya saing, berakhlak, serta berkeadilan.

 

Ia menilai pembangunan yang berkelanjutan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan menjaga harmoni sosial dan memperkuat nilai kebangsaan di tengah masyarakat.

 

 

 

Melalui momentum Hari Lahir Pancasila, Khofifah mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus menjaga persatuan, memperkuat semangat gotong royong, dan menjadikan nilai kemanusiaan sebagai dasar dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

 

“Dari Jawa Timur, kita kirimkan pesan kepada Indonesia dan kepada dunia bahwa persatuan adalah syarat kemajuan, keadilan adalah dasar perdamaian, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan merupakan sebuah keniscayaan universal. Pancasila adalah fondasi yang membuat bangsa Indonesia tetap berdiri tegak di tengah perubahan zaman,” tegasnya.

 

Khofifah menambahkan, Jawa Timur akan terus menyalakan semangat Pancasila sebagai energi pembangunan menuju Indonesia yang maju, berdaya saing, dan tetap berakar kuat pada nilai-nilai kebangsaan.

 

Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila tersebut diikuti jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala perangkat daerah, aparatur sipil negara, TNI, Polri, pelajar, serta berbagai elemen masyarakat yang turut memperingati momentum bersejarah bagi bangsa Indonesia tersebut. (ivan)