Ia menjelaskan bahwa bonus demografi tidak akan berlangsung selamanya. Karena itu, proses penyiapan sumber daya manusia harus dilakukan sejak sekarang agar generasi muda Jawa Timur mampu mengisi berbagai posisi strategis di masa depan.
“Jawa Timur sudah masuk bonus demografi. Tahun 2035 bonus demografi selesai. Jadi mengisinya sekarang. Kalau panjenengan mengisi sekarang, maka 10 tahun yang akan datang mereka sudah mengisi berbagai posisi strategis di negeri ini,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menjelaskan bahwa proses pelantikan diawali dengan pengusulan 88 calon kepala sekolah. Namun setelah melalui evaluasi dan verifikasi sesuai ketentuan yang berlaku, hanya 65 orang yang dinyatakan memenuhi syarat untuk dilantik.
“Dari 88 yang diusulkan, yang siap dilantik hari ini adalah 65 orang. Ada sekitar 23 yang tidak bisa dilantik karena ketentuan bahwa kepala sekolah yang sudah menjabat dua periode tidak bisa lagi dipindahkan ke tempat berbeda sesuai aturan yang berlaku,” jelas Aries.