Ia menambahkan, dari total 65 kepala sekolah yang dilantik, sebanyak 30 orang merupakan guru yang mendapatkan promosi jabatan menjadi kepala sekolah. Sementara sisanya berasal dari rotasi dan mutasi guna memenuhi kebutuhan organisasi serta pemerataan kualitas kepemimpinan di satuan pendidikan.
Meski pelantikan telah dilakukan, Aries mengakui masih terdapat sekitar 30 jabatan kepala sekolah SMA, SMK, dan SLB negeri yang belum terisi di berbagai daerah di Jawa Timur. Untuk sementara waktu, posisi tersebut dijalankan oleh pelaksana tugas (Plt) sambil menunggu proses pengusulan dan penetapan pejabat definitif.
“Yang kosong sementara dijabat oleh Plt. Masih ada sekitar 30-an yang kosong di seluruh Jawa Timur dan saat ini proses pengusulannya terus berjalan,” pungkasnya.
Pelantikan ini diharapkan dapat memperkuat kualitas tata kelola pendidikan di Jawa Timur sekaligus mempercepat lahirnya generasi muda yang unggul, berkarakter, dan siap bersaing dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. (ivan)