Lantik 65 Kepala Sekolah, Khofifah Minta Pendidikan Jatim Siapkan Generasi Emas 2045

parlemen | 04 Juni 2026 08:13

Lantik 65 Kepala Sekolah, Khofifah Minta Pendidikan Jatim Siapkan Generasi Emas 2045
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berfoto bersama 65 kepala SMA, SMK, dan SLB yang baru dilantik di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu, (3/6/2026). (dok jatimpos)

SURABAYA, PustakaJC.co – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melantik 65 Kepala UPT Satuan Pendidikan di lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (3/6/2026). Dalam pelantikan tersebut, para kepala sekolah diminta memperkuat kualitas pendidikan untuk menyiapkan Generasi Emas 2045 sekaligus memanfaatkan momentum bonus demografi yang sedang berlangsung.

 

Para pejabat yang dilantik terdiri atas kepala SMA, SMK, dan SLB yang akan bertugas di berbagai daerah di Jawa Timur. Khofifah menegaskan bahwa jabatan kepala sekolah bukan sekadar posisi administratif, melainkan amanah besar dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang akan menentukan masa depan bangsa. Dilansir dari jatimpos.co, Kamid, (4/6/2026).

 

Menurutnya, Jawa Timur selama ini telah menunjukkan capaian pendidikan yang membanggakan. Salah satunya adalah keberhasilan menjadi provinsi dengan jumlah siswa terbanyak yang diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) maupun Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) selama tujuh tahun berturut-turut.

 

“Tujuh tahun berturut-turut Jawa Timur tertinggi siswa-siswinya diterima di perguruan tinggi negeri baik SNBP maupun SNBT. Kerja keras yang luar biasa ini harus terus dijaga dan ditingkatkan,” kata Khofifah.

 

 

Ia meminta para kepala sekolah yang baru dilantik tidak cepat berpuas diri dengan berbagai capaian yang telah diraih. Menurutnya, tantangan pendidikan ke depan akan semakin kompleks sehingga membutuhkan inovasi, kepemimpinan yang kuat, dan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan zaman.

 

Selain prestasi akademik, Khofifah menekankan pentingnya pendidikan karakter. Ia mengingatkan bahwa sekolah harus mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki moral, etika, dan integritas yang baik.

 

“Kita tidak hanya menyiapkan anak-anak yang pintar. Prestasi yang baik itu sangat penting, tetapi anak-anak yang dihasilkan harus pintar dan benar. Ya pinter, ya bener, ilmunya manfaat dan barokah,” ujarnya.

 

Khofifah juga menyoroti bonus demografi yang saat ini tengah dinikmati Jawa Timur. Menurutnya, periode tersebut merupakan peluang besar yang harus dimanfaatkan melalui peningkatan kualitas pendidikan dan keterampilan generasi muda.

 

 

Ia menjelaskan bahwa bonus demografi tidak akan berlangsung selamanya. Karena itu, proses penyiapan sumber daya manusia harus dilakukan sejak sekarang agar generasi muda Jawa Timur mampu mengisi berbagai posisi strategis di masa depan.

 

“Jawa Timur sudah masuk bonus demografi. Tahun 2035 bonus demografi selesai. Jadi mengisinya sekarang. Kalau panjenengan mengisi sekarang, maka 10 tahun yang akan datang mereka sudah mengisi berbagai posisi strategis di negeri ini,” tuturnya.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menjelaskan bahwa proses pelantikan diawali dengan pengusulan 88 calon kepala sekolah. Namun setelah melalui evaluasi dan verifikasi sesuai ketentuan yang berlaku, hanya 65 orang yang dinyatakan memenuhi syarat untuk dilantik.

 

“Dari 88 yang diusulkan, yang siap dilantik hari ini adalah 65 orang. Ada sekitar 23 yang tidak bisa dilantik karena ketentuan bahwa kepala sekolah yang sudah menjabat dua periode tidak bisa lagi dipindahkan ke tempat berbeda sesuai aturan yang berlaku,” jelas Aries.

 

 

Ia menambahkan, dari total 65 kepala sekolah yang dilantik, sebanyak 30 orang merupakan guru yang mendapatkan promosi jabatan menjadi kepala sekolah. Sementara sisanya berasal dari rotasi dan mutasi guna memenuhi kebutuhan organisasi serta pemerataan kualitas kepemimpinan di satuan pendidikan.

 

Meski pelantikan telah dilakukan, Aries mengakui masih terdapat sekitar 30 jabatan kepala sekolah SMA, SMK, dan SLB negeri yang belum terisi di berbagai daerah di Jawa Timur. Untuk sementara waktu, posisi tersebut dijalankan oleh pelaksana tugas (Plt) sambil menunggu proses pengusulan dan penetapan pejabat definitif.

 

“Yang kosong sementara dijabat oleh Plt. Masih ada sekitar 30-an yang kosong di seluruh Jawa Timur dan saat ini proses pengusulannya terus berjalan,” pungkasnya.

 

Pelantikan ini diharapkan dapat memperkuat kualitas tata kelola pendidikan di Jawa Timur sekaligus mempercepat lahirnya generasi muda yang unggul, berkarakter, dan siap bersaing dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. (ivan)