Khofifah Ajak MUI Jatim Maksimalkan Syiar Islam Melalui Media Sosial

parlemen | 13 Juli 2026 07:33

Khofifah Ajak MUI Jatim Maksimalkan Syiar Islam Melalui Media Sosial
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berfoto bersama jajaran Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur Masa Khidmat 2025–2030 usai prosesi pengukuhan di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. (dok jatimpos)

SURABAYA, PustakaJC.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur untuk memperkuat dakwah dan syiar Islam melalui berbagai platform digital. Langkah tersebut dinilai penting seiring meningkatnya masyarakat yang menjadikan media sosial sebagai sumber informasi dan referensi keagamaan.

 

Ajakan tersebut disampaikan Khofifah saat menghadiri pengukuhan Pengurus MUI Provinsi Jawa Timur Masa Khidmat 2025–2030 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Minggu, (12/7/2026).

 

Menurut Khofifah, perkembangan teknologi informasi telah mengubah pola masyarakat dalam mencari pengetahuan agama. Saat ini, ruang digital menjadi salah satu media yang paling banyak diakses untuk memperoleh berbagai informasi keagamaan. Dilansir dari jatimpos.co, Senin, (13/7/2026).

 

“Lebih dari 60 persen pengguna media sosial mencari referensi keagamaan melalui platform digital. Karena itu, dakwah yang berbasis digital perlu terus diperkuat dengan tetap berpedoman pada nilai-nilai dan prinsip yang menjadi landasan MUI,” ujar Khofifah.

 

 

 

Ia menegaskan, MUI memiliki peran strategis dalam memberikan panduan dan jawaban yang sahih atas berbagai persoalan keagamaan yang dihadapi masyarakat. Kehadiran konten keagamaan yang kredibel di ruang digital dinilai penting untuk mengimbangi derasnya arus informasi yang belum tentu memiliki dasar keilmuan yang dapat dipertanggungjawabkan.

 

Khofifah mencontohkan sejumlah platform dakwah digital yang mampu menjangkau masyarakat luas karena menghadirkan materi keagamaan dari narasumber yang memiliki kompetensi dan otoritas keilmuan.

 

Selain memperkuat dakwah digital, Khofifah juga mendorong MUI Jawa Timur untuk terus bersinergi dengan pemerintah dalam menghadapi berbagai persoalan sosial yang berkembang di masyarakat. Mulai dari kesehatan mental, kasus bunuh diri, kecanduan pornografi pada anak, penyebaran HIV/AIDS hingga persoalan perkawinan usia dini.

 

Menurutnya, berbagai tantangan tersebut membutuhkan kolaborasi banyak pihak, termasuk tokoh agama dan lembaga keagamaan yang memiliki kedekatan dengan masyarakat.

 

“MUI menjadi mitra strategis pemerintah dalam memberikan pendampingan dan penguatan spiritual kepada masyarakat. Peran ini sangat penting untuk membangun ketahanan sosial sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah perubahan zaman,” katanya.

 

 

Khofifah berharap kepengurusan baru MUI Jawa Timur dapat memperluas peran dan kontribusinya melalui berbagai program yang menyentuh kebutuhan masyarakat, termasuk pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana dakwah dan edukasi keagamaan.

 

Sementara itu, Sekretaris Umum MUI Jawa Timur M. Hasan Ubaidillah melaporkan bahwa pengukuhan kepengurusan diikuti sekitar 200 peserta yang terdiri atas jajaran pimpinan MUI, pengurus komisi, badan dan lembaga, serta perwakilan MUI kabupaten dan kota se-Jawa Timur.

 

Usai pengukuhan, MUI Jawa Timur dijadwalkan menggelar Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) guna menyusun program kerja lima tahun ke depan sekaligus membahas berbagai isu strategis yang menjadi perhatian masyarakat dan pemerintah daerah. (ivan)