Khofifah menilai keberhasilan petani mengembangkan salak madu menunjukkan komoditas hortikultura lokal memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan apabila dikelola secara profesional, didukung inovasi, serta diperkuat akses pemasarannya.
Ia berharap pengembangan salak madu di Desa Wonoagung dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam mengembangkan pertanian berbasis potensi lokal yang memiliki nilai tambah.
“Komoditas lokal seperti salak madu memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan. Karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, petani, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan agar kualitas produksi, nilai tambah, serta akses pemasaran semakin meningkat,” ujarnya.
Pemprov Jatim, lanjut Khofifah, akan terus memperkuat pembangunan sektor pertanian melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan hilirisasi hasil pertanian, pengembangan agribisnis, serta perluasan jaringan pemasaran.