Sementara itu, Sukatmiani mengaku mulai membudidayakan salak madu setelah mempelajari teknik penanaman dan perawatan salak di kawasan lereng Merapi. Setelah memahami karakteristik tanaman tersebut, ia membawa bibit salak madu dari Desa Turi, Daerah Istimewa Yogyakarta, untuk dikembangkan di Desa Wonoagung.
“Saya melihat bagaimana cara menanam dan merawat salak di Merapi, kemudian pulang membawa bibitnya dari Desa Turi, Jogjakarta, lalu saya tanam di sini,” kata Sukatmiani.
Menurutnya, kondisi tanah hitam yang subur di Desa Wonoagung sangat mendukung pengembangan tanaman hortikultura. Selain salak madu, wilayah tersebut juga dikenal sebagai sentra produksi durian, manggis, dan jeruk yang menjadi komoditas unggulan Kabupaten Malang. (ivan)