Ia juga menekankan percepatan penyelesaian sistem pemerintahan yang terintegrasi guna mendukung akuntabilitas, transparansi, dan efektivitas pelayanan publik.
“Prioritas utamanya adalah pelayanan publik, sehingga interaksi tatap muka dapat diminimalkan dan pelayanan menjadi lebih transparan, akuntabel, serta efisien,” katanya.
Khofifah meminta seluruh perangkat daerah menjaga komitmen terhadap Pakta Integritas yang telah ditandatangani dan mengimplementasikannya dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Selain itu, ia mendorong penguatan sinergi dengan pemerintah pusat, pemerintah kabupaten/kota, perguruan tinggi, dunia usaha, hingga mitra pembangunan internasional.
Di tengah penyesuaian anggaran, Khofifah menegaskan kualitas pelayanan publik tidak boleh menurun. Ia meminta perangkat daerah terus mengembangkan inovasi dan kreativitas, termasuk menggali potensi baru untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Adapun enam pejabat yang dilantik yakni R. Heru Wahono Santoso sebagai Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Iwan sebagai Kepala Bappeda Jatim, Budi Raharjo sebagai Kepala Bakorwil Jember, I Nyoman Gunadi sebagai Kepala Dinas PU Sumber Daya Air, Arif Endro Utomo sebagai Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya, serta MHD Aftabuddin Rijaluzzaman sebagai Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Jatim. (ivan)