Pelantikan PW IPPNU Jatim Khofifah Soroti Amanah dan Kaderisasi

parlemen | 27 Juli 2026 07:32

Pelantikan PW IPPNU Jatim Khofifah Soroti Amanah dan Kaderisasi
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama jajaran pengurus PW IPPNU Jawa Timur usai pelantikan dan Rapimwil Masa Khidmat 2026–2029 di Pondok Pesantren Nurul Islam 2, Kabupaten Mojokerto. (dok kominfo)

MOJOKERTO, PustakaJC.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan pentingnya menjaga amanah organisasi dan memperkuat kaderisasi saat menghadiri Pelantikan dan Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PW IPPNU) Jawa Timur Masa Khidmat 2026–2029 di Pondok Pesantren Nurul Islam 2, Kabupaten Mojokerto, Sabtu, (25/7/2026).

 

Dalam sambutannya, Khofifah menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pengurus PW IPPNU Jawa Timur yang baru dilantik. Ia berharap kepengurusan baru dapat menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab sekaligus terus meningkatkan kontribusi bagi pelajar putri, masyarakat, bangsa, dan negara. Dilansir dari kominfojatim.go.id, Senin, (27/7/2026).

 

Menurut Khofifah, menjadi pengurus organisasi bukan hanya sebuah kehormatan, tetapi juga tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan integritas. Karena itu, seluruh kader diharapkan mampu menjaga kepercayaan yang telah diberikan organisasi.

 

“Selamat dan sukses kepada seluruh jajaran Pimpinan Wilayah IPPNU Jawa Timur Masa Khidmat 2026–2029 yang baru saja dilantik. Kita harus berhati-hati. Di IPPNU ada berkah, tetapi juga ada amanah yang harus dijaga. Jangan sampai kita melakukan sesuatu yang justru menimbulkan musibah,” kata Khofifah.

 

 

 

Ia juga mengajak seluruh kader IPPNU untuk terus berikhtiar memberikan manfaat terbaik bagi masyarakat melalui berbagai program yang menyentuh kebutuhan pelajar putri dan lingkungan sekitar.

 

Mari terus berikhtiar memberikan yang terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Insyaallah kita mampu. Selamat melanjutkan perjuangan. Mudah-mudahan IPPNU senantiasa membawa berkah, menghadirkan manfaat, dan memberikan pengaruh yang luas, bahkan beyond the horizon,” ujarnya.

 

Khofifah menilai kader IPPNU memiliki potensi besar sebagai generasi penerus yang mampu menjawab tantangan zaman. Oleh sebab itu, penguatan kapasitas sumber daya manusia dan pembinaan kader secara berkelanjutan harus menjadi prioritas organisasi.

 

Sementara itu, Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Kabupaten Mojokerto sebagai lokasi pelantikan PW IPPNU Jawa Timur. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat peran organisasi pelajar putri Nahdlatul Ulama di Jawa Timur.

 

 

Ia berharap kepengurusan baru mampu menghadirkan berbagai program yang berdampak positif bagi pelajar serta masyarakat luas.

 

Kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta Pelantikan PW IPPNU Jawa Timur di Kabupaten Mojokerto, khususnya di Pondok Pesantren Nurul Islam. Selamat dan sukses kepada seluruh jajaran Pimpinan Wilayah IPPNU Jawa Timur Masa Khidmat 2026–2029 yang baru saja dilantik,” katanya.

 

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Bidang Kaderisasi dan Pengembangan SDM PWNU Jawa Timur KH Taufiq Djalil mengingatkan bahwa kaderisasi merupakan fondasi utama keberlangsungan organisasi. Ia meminta kepengurusan baru memberi perhatian serius terhadap proses pembinaan kader agar IPPNU terus melahirkan generasi penerus yang berkualitas.

 

Atas nama PWNU Jawa Timur, kami mengucapkan selamat kepada anak-anak IPPNU Jawa Timur yang hari ini telah dilantik. Semoga IPPNU Jawa Timur ke depan semakin baik dibandingkan periode-periode sebelumnya. Saya berpesan agar IPPNU benar-benar memperhatikan proses kaderisasi,” tuturnya.

 

Ketua PP IPPNU Whasfi Velasufah menjelaskan tema “Beyond the Horizon” yang diusung dalam pelantikan tersebut mengandung makna semangat untuk melampaui berbagai keterbatasan dan menjadikan setiap tantangan sebagai peluang dalam menghadirkan solusi bagi pelajar putri.

 

 

 

Menurutnya, IPPNU Jawa Timur harus mampu menjadi organisasi yang adaptif terhadap perubahan sekaligus terus melahirkan inovasi untuk menjawab kebutuhan generasi muda.

 

Sementara itu, Ketua PW IPPNU Jawa Timur Masa Khidmat 2026–2029 Aprilia Nur Azizah menegaskan komitmennya membawa organisasi semakin berkembang melalui tiga pilar utama, yakni bertumbuh, berinovasi, dan berdampak.

 

Ia mengatakan ketiga pilar tersebut hanya dapat diwujudkan melalui sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, sehingga IPPNU mampu memberikan kontribusi nyata sekaligus meningkatkan kepercayaan diri seluruh kader di Jawa Timur.

 

Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga dilaksanakan serah terima jabatan dari Ketua PW IPPNU Jawa Timur Masa Khidmat 2022–2025 Aisyah Nur Afifah Maulidiyyah kepada Ketua PW IPPNU Jawa Timur Masa Khidmat 2026–2029 Aprilia Nur Azizah.

 

Selain itu, panitia menyerahkan penghargaan kepada Pimpinan Cabang IPPNU dengan Pengawalan MPLS Mata Muda Terbaik melalui program IPPNU School Movement, memberikan apresiasi atas berdirinya sembilan Pimpinan Komisariat Yayasan Pondok Pesantren Nurul Islam, serta menganugerahkan Tanda Juang IPPNU Jawa Timur kepada kader yang dinilai berkontribusi bagi organisasi. (ivan)