Indonesia dan Turki Perkuat Kerja Sama Pendidikan dan Pertukaran Ilmu

pendidikan | 05 Mei 2025 20:02

Indonesia dan Turki Perkuat Kerja Sama Pendidikan dan Pertukaran Ilmu
Menag Nasaruddin Umar menerima kunjungan Duta Besar Turki untuk Indonesia, Talip Küçükcan, di Jakarta. (dok setkab.go.id)

JAKARTA, PustakaJC.co - Kerja sama pendidikan Indonesia–Turki resmi dijajaki. Pelajar, dosen, hingga imam masjid akan terlibat dalam pertukaran ilmu lintas negara yang memperkuat koneksi akademik dan keagamaan dua bangsa besar.

 

Menteri Agama RI Nasaruddin Umar menerima kunjungan Duta Besar Turki untuk Indonesia, Talip Küçükcan, di Masjid Istiqlal, Jakarta. Keduanya sepakat memperluas kerja sama di bidang pendidikan, keagamaan, dan budaya. Dilansir dari kemenag.go.id, Senin, (5/5/2025).

 

Program unggulan yang dibahas meliputi pertukaran pelajar, mahasiswa, dosen, imam, dan khatib, yang diharapkan memperkuat jejaring keilmuan antara lembaga pendidikan di Indonesia dan Turki.

“Kami membahas pertukaran pelajar, imam, khatib, dosen, dan mahasiswa. Ini langkah penting dalam mempererat hubungan keilmuan dan keagamaan antara Indonesia dan Turki,” ujar Menag Nasaruddin.

 

Dubes Küçükcan menegaskan pentingnya pertukaran ini sebagai bentuk diplomasi pendidikan yang berkelanjutan.

 

“Kami ingin pertukaran ini bukan sekadar formalitas, tapi menjadi ruang nyata pertumbuhan ilmu dan toleransi,” kata imam besar masjid Istiqlal itu.

Kerja sama juga mencakup rencana penyelenggaraan pameran sejarah dan budaya Turki-Ottoman sebagai media pembelajaran lintas budaya.

 

Seluruh program dijadwalkan mulai dirancang ulang secara teknis setelah penyelenggaraan ibadah haji tahun ini, yaitu pada Juli atau Agustus 2025.

 

Langkah bersama Indonesia dan Turki dalam bidang pendidikan diharapkan menjadi fondasi kuat bagi generasi muda dalam menjalin koneksi global berbasis ilmu, budaya, dan nilai-nilai keislaman moderat. (ivan)