Kemendikdasmen Jajaki Kerja Sama dengan Korea Selatan untuk Sekolah Ramah Lingkungan

pendidikan | 14 Mei 2025 20:48

Kemendikdasmen Jajaki Kerja Sama dengan Korea Selatan untuk Sekolah Ramah Lingkungan
Kemendikdasmen Jajaki Kerja Sama dengan Korea Selatan untuk Sekolah Ramah Lingkungan (dok media Indonesia)

SURABAYA, Pustaka JC.co – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tengah menjajaki kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jeju, Korea Selatan, guna mendukung pengembangan sekolah ramah lingkungan di Indonesia.

 

Langkah ini disampaikan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, dalam pertemuan bilateral dengan Gubernur Provinsi Jeju, Oh Young-hun, yang berlangsung di sela Forum Menteri Pendidikan APEC ketujuh.

 

Dalam pertemuan tersebut, Abdul Mu’ti menekankan pentingnya pemanfaatan energi terbarukan, seperti tenaga surya, untuk menjangkau wilayah-wilayah yang belum teraliri listrik. Ia juga mengapresiasi model pengelolaan lingkungan yang telah diterapkan di Jeju, dan menyebut bahwa pendekatan tersebut bisa direplikasi di Indonesia, khususnya di sekolah-sekolah yang belum memiliki fasilitas memadai.

 

“Pemanfaatan energi terbarukan sangat membantu dalam mewujudkan sekolah ramah lingkungan, terutama di daerah yang masih belum terjangkau listrik,” kata Abdul Mu’ti.

 

Selain energi, pengelolaan limbah atau sampah di lingkungan sekolah juga menjadi topik utama diskusi. Ia menyampaikan bahwa pengalaman Korea Selatan, khususnya di Jeju, dapat menjadi inspirasi dalam pengelolaan sampah sekolah di Indonesia. Salah satu kerja sama serupa bahkan telah dimulai di Bontang, Kalimantan Timur.

 

Gubernur Oh Young-hun merespons positif rencana kerja sama ini. Ia menyatakan kesiapannya untuk membagikan pengalaman Jeju dalam mengembangkan model energi terbarukan. “Kami sangat tertarik untuk memperlihatkan model energi terbarukan kami diterapkan di negara lain,” ujarnya.

 

Menutup pertemuan, Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa rencana kerja sama ini akan menjadi bagian dari program nasional sekolah ramah lingkungan. Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Toni Toharudin, menambahkan bahwa kerja sama juga berpotensi diperluas ke bidang pendidikan vokasi.

 

Dengan kerja sama ini, Indonesia berharap dapat mempercepat terciptanya sekolah-sekolah yang tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga mandiri energi dan berkelanjutan. (nov)