Ajeng menilai sistem ini mengganggu proses belajar, terutama bagi siswa yang masuk siang.
“Anak harus belajar dari siang hingga sore. Akibatnya waktu untuk istirahat atau mengikuti kegiatan tambahan jadi terbatas,” ujarnya.
Selain itu, orang tua juga merasa keberatan. “Idealnya semua kelas belajar pagi hari. Itu lebih nyaman, baik bagi siswa maupun orang tua. Orang tua bisa mengantar anak pagi hari, lalu melanjutkan ke kantor tanpa harus bolak-balik,” tambah Ajeng yang juga Ketua Fraksi Gerindra DPRD Surabaya.