Menanggapi hal ini, Kepala Dispendik Surabaya Yusuf Masruh mengakui akses lahan menjadi kendala utama penambahan ruang kelas.
“Lokasi pembangunan tidak memiliki lahan kosong. Secara otomatis perluasan bangunan tidak bisa dilakukan. Solusinya adalah pembangunan vertikal,” jelas Yusuf.
Selain lahan, akses jalan sempit juga menyulitkan pengiriman material.
“Apalagi kalau sekolah berada di permukiman padat penduduk. Walaupun tidak semua, namun banyak warga yang merasa terganggu atas aktivitas renovasi bangunan,” imbuhnya.