SURABAYA, PustakaJC.co - Pemerintah Kota Surabaya menerapkan kebijakan pembatasan penggunaan gawai di lingkungan sekolah sebagai upaya membentuk karakter sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran siswa. Kebijakan yang telah berjalan sekitar dua bulan itu dinilai membawa dampak positif terhadap interaksi sosial dan suasana belajar.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, pembatasan gawai bukan sekadar aturan teknis, melainkan langkah preventif untuk melindungi anak dari paparan konten digital yang tidak sesuai usia. Kebijakan tersebut dijalankan melalui kolaborasi antara siswa, guru, dan orang tua. Dilansir dari jatimpos.co, Sabtu, (31/1/2026).
“Alhamdulillah, dengan pembatasan gawai ini proses pembelajaran menjadi lebih interaktif antara guru dan murid. Tujuannya membentuk karakter dan kedisiplinan anak agar lebih baik,” ujar Eri, Kamis, (29/1/2026).