Menag Minta Maaf dan Tegaskan Komitmen Pemerintah Sejahterakan Guru

pendidikan | 04 September 2025 05:21

Menag Minta Maaf dan Tegaskan Komitmen Pemerintah Sejahterakan Guru
Menag Nasaruddin Umar. (dok kememag)

 

JAKARTA, PustakaJC.co – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyampaikan permohonan maaf atas potongan video pernyataannya yang sempat menimbulkan tafsir berbeda terkait profesi guru. Ia menegaskan, tidak pernah bermaksud merendahkan, justru menganggap guru sebagai profesi yang sangat mulia.

 

“Saya menyadari potongan pernyataan saya menimbulkan tafsir yang melukai sebagian guru. Untuk itu, saya memohon maaf sebesar-besarnya. Tidak ada niat sedikit pun untuk merendahkan profesi guru. Sebaliknya, guru adalah profesi mulia karena dengan ketulusan hati merekalah generasi bangsa ditempa,” ujar Menag, dikutip dari kemenag.go.id, Kamis, (4/9/2025).

 

Nasaruddin menambahkan, dirinya juga seorang guru yang telah mengabdikan puluhan tahun hidup di ruang kelas, mendidik mahasiswa, menulis, dan membimbing. Menurutnya, di balik kemuliaannya, guru tetap membutuhkan kesejahteraan yang layak.

 

 

 

Kementerian Agama, kata Menag, terus berkomitmen meningkatkan kesejahteraan dan kualitas guru. Tahun ini, sebanyak 227.147 guru non-PNS menerima kenaikan tunjangan profesi dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta per bulan.

 

Selain itu, lebih dari 102 ribu guru madrasah dan guru pendidikan agama tengah mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG). Sepanjang 2025, total ada 206.411 guru ikut program ini, melonjak 700% dibanding 2024 yang hanya 29.933 peserta.

 

Dalam tiga tahun terakhir, Kemenag juga berhasil mengangkat 52 ribu guru honorer menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).



 

 

 

“Semua ini bentuk nyata perhatian negara bagi kesejahteraan sekaligus penguatan kapasitas guru,” tegas Menag.

 

 

Di akhir pernyataannya, Nasaruddin Umar kembali menegaskan, guru adalah profesi mulia sekaligus panggilan jiwa.

 

“Guru bukan hanya pekerjaan, tetapi panggilan jiwa. Karena kemuliaannya, negara wajib hadir memperhatikan kesejahteraan mereka. Mari kita jaga martabat guru, sebab dari tangan merekalah masa depan bangsa lahir dan tumbuh,” pungkasnya. (ivan)