Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyebut keterlibatan murid SMK Jatim dalam ajang internasional ini sebagai langkah strategis untuk mengekspos karya anak bangsa ke kancah global. Menurutnya, ini adalah validasi dari konsep teaching factory yang telah diterapkan di SMK Jatim.
“Selama ini karya murid SMK kita dikenal di tingkat nasional. Kini, melalui Centrestage di Hong Kong, kita membuktikan bahwa karya pelajar Jawa Timur juga layak bersaing di tingkat internasional,” terang Aries.
Ia juga menegaskan bahwa pengalaman ini tidak sekadar prestasi, melainkan dorongan psikologis bagi para siswa untuk lebih percaya diri menapaki masa depan di industri fashion.
Sejak hari pertama pameran, stand SMK Jatim ramai dikunjungi oleh berbagai kalangan, mulai dari pembeli, pengunjung umum, hingga desainer ternama mancanegara. Produk-produk hasil karya siswa SMK mendapat apresiasi luar biasa dan hampir seluruhnya terjual habis. Sayangnya, karena keterbatasan jumlah koleksi yang dibawa, banyak pengunjung yang kecewa tidak kebagian produk.