SURABAYA, PustakaJC.co - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Jawa Timur memperluas akses literasi bagi pelajar dengan menyalurkan 1.600 buku pinjam pakai kepada 16 Sekolah Rakyat (SR) binaan Kementerian Sosial RI di berbagai daerah di Jatim.
Setiap sekolah menerima 100 eksemplar buku dengan beragam klasifikasi. Bantuan ini diharapkan memperkaya referensi bacaan sekaligus menumbuhkan budaya literasi di lingkungan Sekolah Rakyat. Penyerahan berlangsung pada Selasa, (9/12/2025).
Kepala Disperpusip Jatim Tiat S. Suwardi menyebutkan bahwa kehadiran Disperpusip merupakan bentuk kontribusi nyata dalam mendukung pendidikan alternatif yang inklusif. Dikutip dari bhirawaonline.co.id, Rabu, (10/11/2025).
“Kami berupaya hadir melalui dukungan yang bisa kami berikan. Buku-buku ini diharapkan bermanfaat bagi siswa-siswi Sekolah Rakyat,” ujarnya.
Tiat menjelaskan bantuan dilakukan melalui koordinasi dengan Dinas Sosial Jatim dan dukungan Gubernur Jatim. Menurutnya, Sekolah Rakyat memiliki peran strategis sebagai ruang edukasi bagi anak-anak dari beragam latar sosial ekonomi.
Adapun 16 SR penerima meliputi SR jenjang menengah pertama dan menengah atas yang tersebar di Kota Batu, Kab. Mojokerto, Kota Malang, Kab. Pamekasan, Kota Surabaya, Kab. Kediri, Kab. Lamongan, Kab. Bojonegoro, Kab. Gresik, Kab. Pasuruan, Kab. Ponorogo, Kab. Jember, Kota Probolinggo, Kab. Jombang, dan Kab. Tuban.
Ribuan buku yang dipinjamkan merupakan buku nonkurikulum yang akan diganti setiap enam bulan. Jenisnya meliputi ilmu terapan, teknologi informasi, agama, sosial-sains, matematika, kesenian, sejarah, geografi, hingga karya sastra seperti novel yang banyak diminati siswa.
Selain pinjam pakai buku, Disperpusip Jatim juga memberikan Bimbingan Literasi (Bimlit) dengan tema literasi digital dan penguatan jati diri.
“Tujuan Bimlit adalah agar siswa lebih bijak mengelola teknologi digital dan mampu membangun karakter diri yang cemerlang untuk masa depan,” tambah Tiat.
Ia berharap peningkatan kapasitas literasi ini membawa dampak positif bagi peserta didik maupun tenaga pendidik di seluruh Sekolah Rakyat Jawa Timur. (ivan)