Perkuat Pendidikan Inklusif, Dindik Jatim Revitalisasi Sembilan SLB di Berbagai Daerah

pendidikan | 16 Desember 2025 05:59

Perkuat Pendidikan Inklusif, Dindik Jatim Revitalisasi Sembilan SLB di Berbagai Daerah
Kadindik Jatim Aries Agung Paewai resmikan revitalisasi pembangunan sembilan SLB di Jawa Timur pada puncak penyelenggaraan Hari Disabilitas International. (dok bhirawa)

SURABAYA, PustakaJC.co – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat layanan pendidikan inklusif bagi peserta didik berkebutuhan khusus. Bertepatan dengan peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI), Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim meresmikan program revitalisasi sembilan Sekolah Luar Biasa (SLB) pada Tahun Anggaran 2025.

 

Peresmian dipusatkan di SLB Negeri Gedangan, Sidoarjo, dan dipimpin langsung oleh Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai. Program ini menyasar peningkatan sarana prasarana sekolah agar lebih ramah disabilitas, aman, dan nyaman. Dilansir dari bhirawaonline.co.id, Selasa, (16/12/2025).

 

“Revitalisasi ini merupakan komitmen pemerintah untuk memastikan lingkungan belajar di SLB benar-benar sesuai dengan kebutuhan peserta didik berkebutuhan khusus,” ujar Aries, Jumat, (12/12/2025).

 

 

 

Sebanyak sembilan SLB yang menerima manfaat program revitalisasi tersebut meliputi SLB Negeri Gedangan Sidoarjo, SLB Negeri Juwetkenongo Sidoarjo, SLB Negeri Banyuates Sampang, SLB Negeri Saronggi Sumenep, SLB Negeri Sampang, SLB Cinta Ananda Sumenep, SLB Siswa Budhi Surabaya, SLB PGRI Tlanakan Pamekasan, serta SLB Grahita Sari Dharma Wanita Surabaya.

 

Aries menjelaskan, revitalisasi mencakup pembaruan ruang kelas, penguatan fasilitas vokasi, peningkatan aksesibilitas sekolah, hingga perbaikan infrastruktur dasar. Ia juga menekankan pentingnya ruang fisioterapi sebagai layanan utama pendukung tumbuh kembang dan kemandirian siswa.

 

“Fasilitas yang sudah dibangun harus dirawat optimal, terutama ruang fisioterapi, agar pelayanan terapi berjalan aman dan sesuai standar,” tegasnya.

 

 

 

Dalam kesempatan tersebut, Aries juga meninjau Kebun SIKAP, program pembelajaran vokasi berbasis pemanfaatan lahan sekolah. Program ini dinilai efektif melatih keterampilan bercocok tanam, tanggung jawab, serta kemandirian siswa.

 

Selain peresmian revitalisasi, rangkaian HDI turut diisi Festival Seni Budaya dan Vokasi, dengan penampilan Tari Remo, angklung, fashion show, serta pameran karya siswa. Aries mengapresiasi keberanian dan kepercayaan diri anak-anak berkebutuhan khusus yang tampil di hadapan publik.

 

“Ini bukan sekadar pentas seni, tetapi ruang tumbuhnya karakter dan kepercayaan diri anak-anak istimewa,” tukas Kadindik Jatim itu. (ivan)

 

 

 

Menutup kunjungan, Aries juga memberikan santunan kepada tenaga kebersihan dan keamanan sekolah sebagai bentuk apresiasi. Dindik Jatim menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif, berkeadilan, dan berpihak pada semua anak. (ivan)