SLB Karya Mulia Surabaya Berstatus Negeri, Pemprov Jatim Perluas Layanan Pendidikan Disabilitas

pendidikan | 06 Januari 2026 05:55

SLB Karya Mulia Surabaya Berstatus Negeri, Pemprov Jatim Perluas Layanan Pendidikan Disabilitas
Peresmian SLB-B Negeri Karya Mulia Surabaya dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. (dok jatimpos)

SURABAYA, PustakaJC.co – Pemerintah Provinsi Jawa Timur resmi menetapkan SLB Karya Mulia Surabaya sebagai sekolah negeri. Peresmian dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Senin (5/1/2026), menandai penguatan komitmen pemerintah dalam meningkatkan layanan pendidikan bagi penyandang disabilitas.

 

Sekolah yang sebelumnya dikelola Yayasan Karya Mulia tersebut kini beralih status menjadi SLB-B Negeri setelah melalui proses administratif dan penyerahan aset kepada Pemprov Jatim. Dilansir dari jatimpos.co, Selasa, (6/1/2026).

 

Gubernur Khofifah menjelaskan, perubahan status bermula dari keinginan yayasan untuk menyerahkan pengelolaan sekolah kepada pemerintah demi keberlanjutan layanan pendidikan khusus.

 

“Setelah seluruh proses legal dan administratif selesai, yayasan secara resmi menyerahkan kepada Pemprov Jatim, sehingga SLB-B Karya Mulia ini menjadi sekolah negeri,” ujar Khofifah.

 

 

Ia menegaskan, SLB memiliki peran strategis karena memberikan layanan pendidikan lengkap mulai jenjang SD, SMP, hingga SMA. Oleh sebab itu, Pemprov Jatim terus mendorong penguatan pendidikan khusus, terutama dalam pengembangan soft skill dan hard skill peserta didik.

 

“Kami sedang memperkuat keterampilan siswa SLB, baik soft skill maupun hard skill. Karena SLB, termasuk SMA dan SMK, berada dalam kewenangan Pemprov,” katanya.

 

Khofifah juga mengungkapkan, sepanjang 2025 Pemprov Jatim telah melakukan renovasi dan revitalisasi tujuh SLB di sejumlah daerah. Sebelumnya, revitalisasi serupa juga dilakukan terhadap tiga SLB di wilayah Malang Raya guna menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman dan inklusif.

 

 

Selain peningkatan sarana fisik, SLB Negeri Karya Mulia dilengkapi dengan resource center yang akan bekerja sama dengan RSUD Dr. Soetomo serta rumah sakit lain. Fasilitas tersebut difokuskan pada deteksi dini disabilitas, termasuk sejak masa kehamilan.

 

“Dengan deteksi dini, semua bisa terantisipasi dan termitigasi, sehingga layanan pendidikan dan kesehatan dapat diberikan secara lebih tepat,” jelasnya.

 

Gubernur Khofifah juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor, terutama dalam membuka akses dunia kerja bagi penyandang disabilitas. Menurutnya, pemerintah telah menyiapkan peluang, namun membutuhkan dukungan berbagai pihak agar dapat diakses secara optimal.

 

 

 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai menyebut peresmian SLB Negeri Karya Mulia sebagai tonggak penting, mengingat Surabaya sebelumnya belum memiliki SLB berstatus negeri.

 

“Ini menjadi SLB negeri pertama di Surabaya dan berhasil dituntaskan pada 2025 atas arahan Ibu Gubernur,” ujarnya.

 

Aries menambahkan, Pemprov Jatim menargetkan perluasan SLB negeri di daerah lain yang belum memilikinya hingga 2026. Untuk mendukung hal tersebut, revitalisasi dan rehabilitasi SLB di Jawa Timur didukung anggaran sekitar Rp130 miliar yang bersumber dari APBD dan APBN.

 

“Ini menegaskan bahwa negara hadir dan bertanggung jawab terhadap pendidikan anak-anak berkebutuhan khusus,” tegasnya.

 

 

 

SLB Karya Mulia yang berdiri sejak 1954 kini memiliki jenjang pendidikan lengkap mulai TK-LB hingga SMA-LB, sehingga layanan pendidikan bagi anak tunarungu dapat berjalan berkelanjutan dan akuntabel.

 

“Anak, orang tua, dan sekolah tidak berjalan sendiri-sendiri,” pungkas Aries. (ivan)