Selain itu, Ajeng juga mendorong agar anak-anak yatim piatu mendapatkan perhatian dan prioritas khusus dalam program tersebut, mengingat mereka memiliki kebutuhan dukungan pendidikan yang lebih besar.
“Yatim piatu perlu menjadi prioritas,” tandasnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya, Putri Aisyah Mahanani, menjelaskan bahwa penetapan kuota beasiswa disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah serta jumlah peminat pada tahun sebelumnya. Beasiswa diberikan kepada peserta didik yang memiliki kemampuan menghafal kitab suci sesuai dengan agama masing-masing. (ivan)