Jawa Timur Percepat Talenta Digital Gratis untuk Siswa dan Guru

pendidikan | 21 Januari 2026 06:20

Jawa Timur Percepat Talenta Digital Gratis untuk Siswa dan Guru
Kadindik Aries Agung Paewai serukan sekolah dan siswa untuk bersiap ikuti pelatihan Talenta Digital Nasional. (dok bhirawa)

SURABAYA, PustakaJC.co – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendorong percepatan pengembangan talenta digital melalui program Talenta Digital Nasional dari Kementerian Komunikasi dan Digital (KomDigi). Program ini menargetkan guru, tenaga kependidikan (tendik), dan siswa SMA, SMK, serta SLB yang berminat mengembangkan kemampuan di bidang teknologi dan industri digital.

 

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyatakan program ini memberi akses pelatihan dan sertifikasi gratis yang terintegrasi dengan platform KomDigi. Dilansir dari bhirawaonline.co.id, Rabu, (21/1/2026).

 

“Talenta digital ini untuk mengembangkan kompetensi anak-anak sesuai kebutuhan industri saat ini. Fasilitasnya gratis, dengan berbagai jurusan atau kompetensi yang bisa dipilih,” jelas Aries.

 

 

Aries menambahkan, KomDigi bekerja sama dengan berbagai dunia usaha dan industri (DUDI) untuk memetakan kebutuhan tenaga kerja digital secara riil. Namun, lulusan tetap perlu kompetensi tambahan dan sertifikasi agar siap diterima dunia industri. “Siswa SMA dan SMK yang tertarik teknologi bisa ikut pelatihan, lalu mendapatkan sertifikat setelah lulus,” imbuhnya.

 

Peserta yang telah menyelesaikan pelatihan akan masuk dalam talent pool KomDigi, yang dapat diakses langsung oleh dunia usaha dan industri untuk rekrutmen. “Kalau mereka lulus dan masuk talent pool, industri bisa langsung melihat dan mengambil yang sesuai,” kata Aries.

 

Aries menegaskan, Dinas Pendidikan Jatim bergerak cepat untuk memaksimalkan sosialisasi program ini. Kepala Pusat Talenta KomDigi juga hadir langsung untuk mempercepat pemetaan peserta. Pendaftaran terbuka tanpa batasan jumlah hingga Mei 2026, dan peserta tidak diwajibkan memiliki sertifikasi awal. 

 

“Mereka bisa langsung daftar, ikut pelatihan, dan otomatis dapat sertifikat setelah lulus,” tegasnya.

 

 

 

Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan Talenta Digital BPSDM KomDigi, Said Mirza Pahlevi, mengatakan Jawa Timur menjadi provinsi pertama yang menggelar program ini secara masif. 

 

“Tahun lalu ada 200 ribu peserta di seluruh Indonesia. Pelatihan bersifat self-learning agar semua masyarakat bisa ikut,” ungkap Said.

 

Pelatihan ini juga dikolaborasikan dengan sekolah untuk memastikan peserta mendapat pembelajaran daring berbasis mandiri dan sertifikat resmi BNSP. Selain itu, peserta akan menjalani asesmen keterampilan untuk menyesuaikan kompetensi dengan Standar Kerangka Kerja Nasional Indonesia (KKNI).

 

Dengan kolaborasi pusat dan daerah, Jawa Timur berharap semakin banyak masyarakat siap bersaing di dunia kerja digital dan merespons peluang transformasi industri di masa depan. (ivan)