Saat ini, produk kopi Aryo telah memasok ke 20 coffee shop di berbagai kota, serta mengembangkan usaha parfum daring dengan omzet mencapai Rp10 juta per minggu.
“Kegagalan bukan akhir, tetapi jeda untuk bangkit lebih kuat,” ujarnya.
PROTEG juga mendorong pengembangan usaha berbasis jasa pendidikan. Farah, guru SMK 5 Taruna Kediri, memilih mengembangkan usaha bimbingan belajar yang menyesuaikan minat dan potensi siswa. Kini, ia membimbing hampir 50 siswa dengan omzet bulanan sekitar Rp6 juta.
Pendamping usaha PROTEG dari ITS, M. Zainul Asrori, menekankan bahwa perubahan pola pikir menjadi kunci utama keberhasilan program.
“Sebelum bekal teknis, yang dibangun adalah growth mindset. Ketika mindset berubah, kemampuan teknis akan mengikuti,” jelasnya.