SURABAYA, PustakaJC.co – Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur menggagas Gerakan Ramadan Pendidikan Berdampak 1447 Hijriah sebagai upaya memperkuat spiritualitas, karakter, dan produktivitas siswa selama bulan suci. Program ini diharapkan mampu mengisi waktu Ramadan dengan kegiatan positif sekaligus menekan potensi kenakalan pelajar, termasuk tawuran.
Gerakan tersebut diinstruksikan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, dalam rapat koordinasi virtual yang diikuti pejabat eselon III dan IV, kepala bidang, kepala UPT, kepala cabang dinas, serta jajaran terkait, Rabu, (18/2/2026).
Aries menegaskan, Ramadan harus menjadi momentum peningkatan kualitas pendidikan, bukan alasan untuk menurunkan aktivitas belajar.
“Ramadhan bukan alasan untuk melambat. Justru ini momentum untuk meningkatkan kualitas diri, pelayanan, dan kinerja pendidikan,” ujarnya.