Aries berharap gerakan ini mampu memberikan dampak nyata, termasuk mengurangi potensi tawuran selama Ramadan.
“Kegiatan ini kami harapkan dapat meminimalisir aksi tawuran di kalangan pelajar selama bulan puasa. Spiritualitas dan akademik siswa harus berjalan beriringan,” tegasnya.
Untuk memastikan efektivitas program, setiap sekolah wajib melaporkan kegiatan melalui cabang dinas masing-masing, lengkap dengan dokumentasi, jumlah peserta, dan dampak kegiatan. Inovasi terbaik akan dipublikasikan sebagai praktik baik di tingkat provinsi.
Melalui gerakan ini, Dinas Pendidikan Jawa Timur menargetkan sekolah menjadi pusat pembentukan karakter, pelayanan pendidikan sebagai ladang ibadah, serta fondasi membangun generasi unggul dan berdaya saing di masa depan. (ivan)