Revitalisasi Ratusan Sekolah dan Bantuan Triliunan Rupiah Warnai Tahun Pertama Khofifah–Emil

pendidikan | 23 Februari 2026 04:26

Revitalisasi Ratusan Sekolah dan Bantuan Triliunan Rupiah Warnai Tahun Pertama Khofifah–Emil
Program revitalisasi dan rehabilitasi gedung serta sarana prasarana SMA dan SMK di Jawa Timur menjadi salah satu fokus utama Gubernur Jawa Timur dalam mewujudkan pendidikan yang maju, berkualitas, dan memberi dampak nyata. Untuk memastikan pemerataan akses pendidikan, Pemprov Jatim juga menyalurkan bantuan pendidikan sebesar Rp1 juta kepada siswa yang berasal dari kelompok Desil 1 dan 2. (dok bhirawa)

SURABAYA, PustakaJC.co — Setahun kepemimpinan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansadan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak ditandai dengan penguatan signifikan sektor pendidikan. Revitalisasi ratusan sekolah, bantuan pendidikan hingga triliunan rupiah, serta ribuan inovasi pendidikan menjadi bukti komitmen Pemprov Jatim dalam membangun sumber daya manusia unggul.

 

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim, Aries Agung Paewai, mengatakan sektor pendidikan menjadi prioritas utama dalam mendukung visi pembangunan menuju Indonesia Emas 2045. Menurutnya, berbagai program strategis telah berjalan efektif dan memberi dampak nyata bagi siswa maupun tenaga pendidik. Dilansir dari bhirawaonline.co, Senin, (23/2/2026).

 

“Banyak program berjalan sukses, mulai dari bantuan pendidikan, revitalisasi sekolah, hingga penguatan kewirausahaan siswa dan guru. Ini bagian dari upaya menghadirkan pendidikan yang merata dan berkualitas,” ujarnya, Minggu, (22/2/2026).

 

 

 

Data Dindik Jatim mencatat, Bantuan Siswa Miskin (BSM) telah terealisasi sebesar Rp46,8 miliar bagi 46.826 siswa. Sementara itu, program Biaya Penunjang Operasional Penyelenggaraan Pendidikan (BPOPP) mencapai Rp1,274 triliun untuk 1.312.512 siswa SMA, SMK, dan SLB di seluruh Jawa Timur. Selain itu, BOSDA Madin juga tersalurkan Rp198,5 miliar untuk 111.785 santri di 38 kabupaten/kota.

 

Di bidang infrastruktur, Pemprov Jatim merevitalisasi 457 lembaga pendidikan dengan total anggaran Rp771,5 miliar. Rinciannya, 215 SMA dengan anggaran Rp170,8 miliar, 175 SMK sebesar Rp544,4 miliar, dan 67 SLB senilai Rp56,3 miliar. Selain itu, rehabilitasi ruang kelas juga dilakukan pada 119 SMA, 86 SMK, dan sejumlah SLB dengan total anggaran lebih dari Rp95 miliar.

 

Pemprov Jatim juga memperkuat pendidikan karakter melalui pengembangan sekolah ketarunaan. Tahun ini, jumlah SMAN Taruna bertambah menjadi enam sekolah, termasuk SMAN Taruna 2 Pamong Praja Bojonegoro.

 

“Ibu Gubernur ingin menyiapkan calon pemimpin bangsa sejak dini. Sekolah ketarunaan menjadi salah satu upaya membentuk karakter, disiplin, dan nasionalisme siswa,” jelas Aries.

 

 

 

Prestasi pendidikan Jawa Timur juga menunjukkan tren positif. Selama enam tahun berturut-turut, provinsi ini menjadi daerah dengan jumlah siswa terbanyak lolos perguruan tinggi negeri melalui jalur SNBP dan SNBT. Jatim juga meraih juara umum Lomba Kompetensi Siswa Nasional (LKSN) tiga kali berturut-turut, serta mendominasi ajang O2SN, FLS3N, dan OPSI tingkat nasional.

 

Selain fokus pada siswa, perhatian juga diberikan kepada kesejahteraan guru. Pada peringatan Hari Guru Nasional, Gubernur Khofifah memberikan bantuan sosial bedah rumah bagi 20 guru dengan nilai Rp20–25 juta per orang.

 

Pemprov Jatim juga menjalankan Program Ekonomi Terapan Guru (Proteg) yang mendorong kemandirian ekonomi guru honorer melalui berbagai usaha, seperti kuliner, percetakan, tata busana, hingga jasa pendidikan. Program ini dilengkapi pendampingan dan legalitas usaha sehingga memiliki peluang berkembang secara berkelanjutan.

 

 

Di sisi lain, penguatan kewirausahaan siswa dilakukan melalui program SMA Double Track yang diikuti 9.600 siswa di 144 sekolah. Program ini mencatat total omzet usaha siswa mencapai Rp4,7 miliar hingga September 2025, dengan rata-rata pendapatan Rp5–7 juta per bulan per unit usaha.

 

Inovasi pendidikan juga menjadi kekuatan Jawa Timur. Berdasarkan data Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri, Jawa Timur mencatat 1.723 inovasi pendidikan, tertinggi secara nasional. Sementara dalam ajang East Java Innovative Education Summit (EJIES) 2026, tercatat 24.626 peserta menghasilkan 19.720 karya inovatif, dengan 30 karya dinobatkan sebagai inovasi terbaik.

 

“Capaian ini menjadi bagian dari komitmen Pemprov Jatim dalam menghadirkan pendidikan yang berdampak langsung bagi masyarakat, sekaligus menyiapkan generasi unggul di masa depan,” tegas Kadindik Jatim ini. (ivan)