SURABAYA, PustakaJC.co – Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Timur menuntaskan seluruh tahapan seleksi calon kepala SMA Negeri Taruna. Seleksi dilakukan ketat dengan menitikberatkan pada integritas, kepemimpinan, dan karakter, guna memastikan sekolah Taruna dipimpin sosok yang mampu mencetak calon pemimpin bangsa.
Kepala Disdik Jatim, Aries Agung Paewai, menegaskan pemilihan kepala sekolah Taruna tidak bisa dilakukan sembarangan. Menurutnya, sekolah Taruna memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk generasi berkarakter dan berjiwa kepemimpinan. Dilansir dari antaranews.com, Selasa, (24/2/2026).
“Saya tidak mau asal-asalan memilih calon kepala sekolah untuk menjaga kualitas SMAN Taruna. Ada beban moral dan tanggung jawab besar karena sekolah Taruna kami siapkan untuk membentuk calon pemimpin bangsa yang berkarakter,” ujar Aries di Surabaya, Senin, (23/2/2026).
Dari total 39 pendaftar, sebanyak 15 kandidat dinyatakan lolos hingga tahap penelusuran akhir yang digelar pada 18 Februari 2026. Seleksi ini juga untuk mengisi dua posisi kepala sekolah yang masih dijabat pelaksana tugas, yakni di SMAN 5 Taruna Brawijaya dan SMAN 2 Taruna Bhayangkara, serta mengantisipasi kebutuhan kepala sekolah yang akan pensiun pada 2027.
Seleksi dilakukan melalui tiga tahapan utama. Pertama, seleksi administrasi yang mencakup verifikasi dokumen, rekam jejak, dan persyaratan formal. Kedua, uji kompetensi berupa presentasi gagasan, wawancara, dan studi kasus kepemimpinan pendidikan yang melibatkan dewan pendidikan, akademisi, serta unsur TNI dan Polri.
Tahap selanjutnya adalah job shadowing atau observasi lapangan di SMAN Taruna Nala Jawa Timur. Pada tahap ini, kandidat dinilai berdasarkan kemampuan beradaptasi dengan kultur berasrama, kemampuan mengambil keputusan, berpikir kritis, serta menyusun proyek transformasi kepemimpinan.
“Observasi lapangan ini penting untuk melihat kecocokan kandidat dengan kultur ketarunaan dan tantangan operasional sekolah Taruna,” kata Aries.
Tahap terakhir berupa penelusuran akhir yang dibagi dalam tiga sesi dan diuji langsung oleh Kepala Disdik Jatim.
Sementara itu, Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan Disdik Jatim, Ety Prawesti, menegaskan kandidat terpilih akan ditetapkan melalui surat keputusan resmi sesuai kebutuhan sekolah.
Menurutnya, kepala SMA Taruna harus memiliki integritas tinggi, keteladanan karakter, kepemimpinan disiplin, visi kebangsaan, kemampuan manajerial, serta kecakapan membangun budaya disiplin dan kepemimpinan khas ketarunaan.
“Selain itu, kemampuan berkolaborasi dengan mitra seperti TNI dan Polri juga menjadi syarat penting,” ujarnya.
Saat ini, Jawa Timur memiliki enam SMA Negeri Taruna yang diproyeksikan sebagai kawah candradimuka bagi calon pemimpin bangsa menuju Indonesia Emas. (ivan)