Gubernur Khofifah juga mendorong seluruh kepala sekolah di Madura untuk memiliki semangat kolektif dalam mengantarkan lebih banyak siswa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Sebagai bentuk afirmasi, Pemprov Jatim menyiapkan skema penghargaan bagi sekolah yang mampu meningkatkan jumlah kelulusan siswanya ke perguruan tinggi melalui jalur SNBP maupun SNBT secara signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Sekolah yang berhasil akan mendapatkan tambahan program revitalisasi infrastruktur.
Revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan tersebut telah dicanangkan pada 5 Maret 2026 di empat kabupaten di Pulau Madura. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas, kenyamanan, dan keamanan lingkungan belajar.
“Peningkatan mutu pendidikan harus dibarengi peningkatan kualitas layanan pendidikan, sehingga siswa dan guru merasa nyaman dalam proses belajar mengajar dengan dukungan fasilitas yang memadai,” kata Khofifah.
Ia menegaskan, percepatan pembangunan SDM Madura membutuhkan sinergi kuat antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan pemerintah pusat agar transformasi pendidikan di wilayah tersebut berjalan optimal. (ivan)