Revitalisasi 60 Sekolah di Madura, Pemprov Jatim Dorong Akselerasi SDM Unggul

pendidikan | 10 Maret 2026 04:59

Revitalisasi 60 Sekolah di Madura, Pemprov Jatim Dorong Akselerasi SDM Unggul
Pemprov Jatim lakukan revitalisasi 60 sekolah di Pulau Madura. (dok antara)

SAMPANG, PustakaJC.co - Pemerintah Provinsi Jawa Timur melakukan revitalisasi terhadap 60 sekolah di Pulau Madura sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus mendorong percepatan pembangunan sumber daya manusia (SDM) di wilayah tersebut.

 

Program revitalisasi ini merupakan bagian dari gerakan “Mama Mau Naik Kelas/Madura Maju, Madura Unggul” yang digagas Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Dilansir dari antaranews.com, Selasa, (10/3/2026).

 

Bupati Sampang Slamet Junaidi menjelaskan, dari total 60 sekolah yang direvitalisasi di Pulau Madura, sebanyak 15 sekolah berada di Kabupaten Sampang. Rinciannya meliputi tujuh SMA, lima SMK, dan tiga SLB.

 

“Program Mama Mau Naik Kelas ini merupakan langkah strategis untuk mempercepat peningkatan mutu pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas SDM di Madura,” kata Slamet Junaidi saat kegiatan Safari Ramadan di Sampang, Senin (9/3).

 

 

Menurutnya, program tersebut tidak sekadar slogan, melainkan gerakan nyata untuk mendorong Madura memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif, khususnya di bidang pendidikan.

 

Selain revitalisasi infrastruktur sekolah, Pemprov Jatim juga menyiapkan sejumlah langkah strategis guna meningkatkan akses siswa Madura ke perguruan tinggi negeri.

 

Beberapa di antaranya adalah penunjukan 12 SMA negeri sebagai sekolah percontohan, pemetaan potensi siswa untuk jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), serta penguatan akademik bagi siswa yang mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) melalui intensifikasi materi persiapan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).

 

Tak hanya itu, pemerintah juga menggelar asesmen dan try out UTBK-SNBT secara berkala disertai analisis hasil untuk meningkatkan kesiapan siswa menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi negeri.

 

 

 

Gubernur Khofifah juga mendorong seluruh kepala sekolah di Madura untuk memiliki semangat kolektif dalam mengantarkan lebih banyak siswa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

 

Sebagai bentuk afirmasi, Pemprov Jatim menyiapkan skema penghargaan bagi sekolah yang mampu meningkatkan jumlah kelulusan siswanya ke perguruan tinggi melalui jalur SNBP maupun SNBT secara signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Sekolah yang berhasil akan mendapatkan tambahan program revitalisasi infrastruktur.

 

Revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan tersebut telah dicanangkan pada 5 Maret 2026 di empat kabupaten di Pulau Madura. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas, kenyamanan, dan keamanan lingkungan belajar.

 

“Peningkatan mutu pendidikan harus dibarengi peningkatan kualitas layanan pendidikan, sehingga siswa dan guru merasa nyaman dalam proses belajar mengajar dengan dukungan fasilitas yang memadai,” kata Khofifah.

 

Ia menegaskan, percepatan pembangunan SDM Madura membutuhkan sinergi kuat antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan pemerintah pusat agar transformasi pendidikan di wilayah tersebut berjalan optimal. (ivan)