Dindik Jatim Latih Ratusan Guru Lewat “7 Jurus BK Hebat”, Peran Pembimbing Siswa Diperkuat

pendidikan | 03 April 2026 11:52

Dindik Jatim Latih Ratusan Guru Lewat “7 Jurus BK Hebat”, Peran Pembimbing Siswa Diperkuat
JURUS BK HEBAT - Ratusan guru mata pelajaran dari SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta mengikuti pelatihan bertajuk “7 Jurus BK Hebat” sebagai upaya memperkuat peran guru dalam membimbing siswa.  (dok tribunjatim) 

SURABAYA, PustakaJC.co – Dinas Pendidikan Jawa Timur (Dindik Jatim) melalui Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Surabaya-Sidoarjo menggelar pelatihan bertajuk “7 Jurus BK Hebat” yang diikuti ratusan guru SMA, SMK, dan SLB, baik negeri maupun swasta. (Jum'at, (3/4/2026). 


“Pendampingan psikologis tidak bisa sepenuhnya digantikan teknologi. Dialog antarmanusia tetap penting,” ujarnya. Demikian dikutip dari jatim.tribunnews.com, jum'at, (3/4/2026). 


Program ini dirancang untuk memperkuat peran guru dalam membimbing siswa, tidak hanya sebatas menyelesaikan masalah, tetapi juga membantu mengarahkan potensi dan masa depan peserta didik.

Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai, menegaskan bahwa guru kini dituntut bertransformasi menjadi pembimbing yang mampu memahami kebutuhan psikologis dan potensi siswa secara menyeluruh.


Menurutnya, perubahan karakter siswa di era digital menuntut pendekatan yang lebih adaptif, termasuk memanfaatkan teknologi dalam pemetaan kebutuhan siswa. Namun, ia menekankan bahwa interaksi langsung tetap menjadi kunci utama dalam proses pendampingan.


Dalam pelatihan ini, konsep “7 Jurus BK Hebat” diperkenalkan sebagai pendekatan komprehensif, meliputi mengenali potensi siswa, mengelola emosi, menumbuhkan resiliensi, menjaga konsistensi, membangun koneksi, memperkuat kolaborasi, serta menata situasi.

Sementara itu, Kepala Cabdindik Wilayah Surabaya-Sidoarjo, Kiswanto, menjelaskan bahwa kegiatan ini melibatkan 227 guru mata pelajaran dan 222 kepala sekolah.


Para peserta diharapkan menjadi fasilitator di sekolah masing-masing untuk menyebarluaskan ilmu yang didapat kepada guru lainnya.


“Semua guru memiliki peran sebagai pembimbing, tidak hanya guru BK. Ini sejalan dengan kebijakan Kementerian Pendidikan,” jelasnya.

Selain pemaparan materi, pelatihan juga dilengkapi praktik dan simulasi penanganan permasalahan siswa dengan menghadirkan fasilitator nasional, akademisi, dan tenaga ahli daerah.


Melalui program ini, Dindik Jatim berharap tercipta pendekatan pendidikan yang lebih humanis, berbasis empati dan kasih sayang, guna menjawab tantangan pembelajaran di era digital. (frcn)