SURABAYA, PustakaJC.co — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan bahwa pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 akan mengedepankan prinsip inklusivitas dan keadilan guna memperluas akses pendidikan bagi seluruh peserta didik di Indonesia, Selasa (7/4/2026).
Menurutnya, SPMB bukan sekadar proses seleksi, melainkan sistem yang dirancang agar setiap anak memperoleh kesempatan belajar, baik di sekolah negeri maupun swasta. “Kita ingin semua murid memiliki peluang yang sama untuk mengenyam pendidikan,” ujarnya saat kunjungan di Surabaya. Demikian dikutip dari jatim.antaranews.com, Selasa (7/4/2026).
Dalam pelaksanaannya, SPMB 2026 tetap menggunakan empat jalur utama, yakni domisili, prestasi, afirmasi, dan mutasi. Namun, terdapat penyesuaian pada jalur prestasi akademik dengan ditambahkannya nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai komponen penilaian selain rapor. Persentase penilaian ini akan ditentukan oleh masing-masing dinas pendidikan daerah.
Sementara itu, jalur prestasi nonakademik masih mencakup bidang olahraga, seni, dan kepemimpinan. Cakupan kepemimpinan kini diperluas tidak hanya melalui OSIS, tetapi juga organisasi seperti Pramuka dan perwakilan siswa lainnya.
Untuk jalur afirmasi, tetap diperuntukkan bagi siswa dari keluarga kurang mampu dan berkebutuhan khusus. Adapun jalur mutasi diberikan kepada peserta didik yang mengikuti perpindahan tugas orang tua, termasuk tenaga pendidik.
Pengelolaan teknis SPMB menjadi kewenangan pemerintah daerah, dengan pemerintah provinsi mengatur jenjang SMA, SMK, dan SLB, sedangkan pemerintah kabupaten/kota bertanggung jawab atas SD dan SMP.
Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan posko layanan SPMB 2026 di berbagai titik. Posko ini berfungsi sebagai pusat informasi, konsultasi, serta penanganan kendala selama proses pendaftaran berlangsung.
Layanan tersebut tersedia secara langsung di sekolah, kantor cabang dinas, dan kantor utama Dinas Pendidikan, serta secara daring melalui laman resmi. Selain itu, sistem juga diperkuat dengan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk memberikan akses informasi yang cepat dan responsif kepada masyarakat.
Pemerintah berharap, melalui sistem ini, pemerataan pendidikan dapat terwujud secara lebih optimal dan memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh calon peserta didik. (frcn)