Ke depan, Kementerian Sosial akan menempatkan perpustakaan di bagian depan Sekolah Rakyat sebagai simbol pentingnya literasi. Untuk itu, Kemensos menggandeng Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dalam penguatan tata kelola dan sumber daya manusia.
Kepala Perpusnas RI, Aminudin Aziz, mengapresiasi kolaborasi tersebut. Ia optimistis Sekolah Rakyat dapat menjadi model pendidikan inklusif yang sukses.
“Anak-anak dari kelompok termarjinalkan, jika diberi akses bacaan yang baik dan pendampingan yang tepat, bisa berkembang bahkan melampaui rata-rata,” ujarnya.
Sepanjang 2025, Perpusnas telah menyalurkan bantuan buku ke 150 Sekolah Rakyat dengan total ratusan ribu eksemplar, mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA.