Ia menjelaskan, pengelola perpustakaan memegang peran strategis dalam menghidupkan fungsi perpustakaan sebagai pusat literasi di Sekolah Rakyat. Tidak hanya sebagai penjaga buku, mereka juga dituntut menjadi penggerak minat baca sekaligus fasilitator pembelajaran.
“Perpustakaan harus mampu memotivasi siswa, meningkatkan literasi, dan mendorong tercapainya target pembelajaran,” ujarnya.
Menurut Gus Ipul, perpustakaan merupakan jantung literasi sekaligus ruang tumbuh masa depan siswa. Di dalamnya, anak-anak tidak hanya mendapatkan informasi, tetapi juga menemukan inspirasi dan harapan untuk memperbaiki masa depan.