Alumni UNAIR Diminta Tak Sekadar Bangga, Khofifah Tuntut Aksi Nyata untuk Pembangunan Berkelanjutan

pendidikan | 27 April 2026 18:39

Alumni UNAIR Diminta Tak Sekadar Bangga, Khofifah Tuntut Aksi Nyata untuk Pembangunan Berkelanjutan
Suasana hangat dan penuh kebersamaan tampak dalam sesi foto bersama usai pelantikan Pengurus Wilayah IKA Universitas Airlangga Lampung. Khofifah Indar Parawansa berdiri di tengah barisan pengurus dan alumni.

 

 

LAMPUNG, PustakaJC.co — Ketua Umum PP IKA Universitas Airlangga sekaligus Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mendorong alumni untuk tidak berhenti pada kebanggaan almamater, tetapi menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat.

 

Pesan itu disampaikan saat pelantikan Pengurus Wilayah IKA UNAIR Lampung yang dirangkaikan dengan silaturahim di Lampung, Minggu, (26/4/2026).

 

Khofifah menegaskan, alumni memiliki posisi strategis dalam memperkuat peran perguruan tinggi, bukan hanya di ranah akademik, tetapi juga dalam pembangunan sosial yang berkelanjutan.

 

“Alumni memiliki peran penting dalam memperkuat posisi perguruan tinggi, tidak hanya dalam aspek akademik, tetapi juga dalam kontribusi pembangunan sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat,” tegasnya.

 

 

Ia memaparkan, kontribusi alumni UNAIR selama ini sudah terlihat dalam berbagai program yang selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs). Setidaknya ada tiga sektor utama yang menjadi fokus.

 

Di bidang pendidikan, alumni berperan melalui pemberian beasiswa serta dukungan biaya hidup bagi mahasiswa penerima KIP Kuliah, guna memperluas akses pendidikan inklusif.

 

Di sektor infrastruktur dan kesejahteraan, kontribusi diwujudkan lewat penyediaan akses air bersih, seperti pembangunan sumur bor dan sistem pipanisasi untuk mengantisipasi kekeringan.

 

“Program ini bahkan memberi skor tinggi dalam penilaian Times Higher Education (THE) Impact Ranking terkait implementasi SDGs,” ujar Khofifah.

 

 

Sementara di bidang lingkungan, alumni aktif dalam gerakan penanaman mangrove sebagai upaya menjaga ekosistem pesisir sekaligus mitigasi perubahan iklim.

 

Menurut Khofifah, kontribusi tersebut bukan sekadar program seremonial, melainkan aksi konkret yang berdampak langsung dan tercatat dalam sistem digital yang turut memperkuat posisi UNAIR di tingkat global.

 

Ke depan, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan alumni untuk memperkuat kontribusi sosial.

 

“Rangking itu penting sebagai standar global, tetapi yang lebih utama adalah kontribusi nyata bagi masyarakat. SDGs bisa kita jalankan dari peran masing-masing,” tegasnya.

 

 

Ia pun menutup dengan ajakan kolaborasi lintas alumni.

 

“UNAIR membutuhkan energi dan dukungan dari seluruh alumninya. Tugas kita, baik personal maupun institusional, adalah ikut meneduhkan peradaban,” pungkasnya. (ivan)