Khofifah menjelaskan, peningkatan budaya literasi membutuhkan dukungan dan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari keluarga, sekolah, pemerintah, hingga komunitas masyarakat. Menurutnya, kebiasaan membaca tidak dapat tumbuh secara instan, tetapi harus dibangun secara konsisten dan berkelanjutan.
Di tengah perkembangan teknologi digital, Khofifah juga menegaskan bahwa literasi tidak hanya terbatas pada buku cetak, tetapi juga mencakup pemanfaatan e-book, audiobook, dan media digital lainnya. Selain itu, masyarakat diharapkan mampu memahami serta menyaring informasi secara bijak agar tidak mudah terpengaruh hoaks maupun disinformasi.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur, lanjutnya, terus mendorong peningkatan budaya literasi melalui berbagai program dan inovasi layanan perpustakaan, seperti mobil perpustakaan keliling, dongeng keliling, tur perpustakaan, hingga podcast literasi.