Berdasarkan data Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Jawa Timur tahun 2025 mencapai 56,29. Capaian tersebut didukung oleh pemerataan layanan perpustakaan, peningkatan koleksi buku, serta partisipasi aktif masyarakat dalam berbagai kegiatan literasi.
Khofifah berharap momentum Hari Buku Nasional dapat menjadi pengingat bagi masyarakat untuk kembali mendekatkan diri dengan buku sebagai sumber ilmu pengetahuan, inspirasi, dan pengembangan diri.
“Luangkan waktu setiap hari untuk membaca. Dengan buku, kita bisa menjelajahi dunia tanpa harus meninggalkan rumah,” tuturnya.
Melalui penguatan budaya literasi, Khofifah optimistis Jawa Timur mampu melahirkan generasi yang cerdas, inovatif, kreatif, dan siap bersaing di tingkat global. (frchn)