Hari Buku Nasional 2026, Khofifah Ajak Warga Jatim Budayakan Membaca dalam Kehidupan Sehari-hari

pendidikan | 17 Mei 2026 20:42

Hari Buku Nasional 2026, Khofifah Ajak Warga Jatim Budayakan Membaca dalam Kehidupan Sehari-hari
Di Hari Buku Nasional dan HUT ke-46 Perpustakaan Nasional, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat meningkatkan budaya literasi, Minggu (17/5/2026).

SURABAYA, PustakaJC.co – Memperingati Hari Buku Nasional 2026 sekaligus Hari Ulang Tahun ke-46 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat membudayakan membaca sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, Minggu (17/5/2026).

Menurut Khofifah, budaya literasi menjadi fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, cerdas, dan berdaya saing. Ia menilai kebiasaan membaca sejak dini dapat melahirkan generasi yang kritis, kreatif, serta memiliki karakter kuat.

“Literasi adalah kunci kemajuan bangsa. Dengan membaca, kita dapat memperluas wawasan dan membentuk pola pikir yang bijak,” ujar Khofifah. Demikian dikutip dari radarsurabaya.jawapos.com, Minggu (17/5/2026).

Khofifah menjelaskan, peningkatan budaya literasi membutuhkan dukungan dan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari keluarga, sekolah, pemerintah, hingga komunitas masyarakat. Menurutnya, kebiasaan membaca tidak dapat tumbuh secara instan, tetapi harus dibangun secara konsisten dan berkelanjutan.

Di tengah perkembangan teknologi digital, Khofifah juga menegaskan bahwa literasi tidak hanya terbatas pada buku cetak, tetapi juga mencakup pemanfaatan e-book, audiobook, dan media digital lainnya. Selain itu, masyarakat diharapkan mampu memahami serta menyaring informasi secara bijak agar tidak mudah terpengaruh hoaks maupun disinformasi.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur, lanjutnya, terus mendorong peningkatan budaya literasi melalui berbagai program dan inovasi layanan perpustakaan, seperti mobil perpustakaan keliling, dongeng keliling, tur perpustakaan, hingga podcast literasi.

Berdasarkan data Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Jawa Timur tahun 2025 mencapai 56,29. Capaian tersebut didukung oleh pemerataan layanan perpustakaan, peningkatan koleksi buku, serta partisipasi aktif masyarakat dalam berbagai kegiatan literasi.

Khofifah berharap momentum Hari Buku Nasional dapat menjadi pengingat bagi masyarakat untuk kembali mendekatkan diri dengan buku sebagai sumber ilmu pengetahuan, inspirasi, dan pengembangan diri.

“Luangkan waktu setiap hari untuk membaca. Dengan buku, kita bisa menjelajahi dunia tanpa harus meninggalkan rumah,” tuturnya.

Melalui penguatan budaya literasi, Khofifah optimistis Jawa Timur mampu melahirkan generasi yang cerdas, inovatif, kreatif, dan siap bersaing di tingkat global. (frchn)