Menurut Febrina, Dispendik sengaja menerapkan tahapan seleksi secara berurutan agar peluang peserta didik semakin terbuka. Jalur perlombaan dan penghafal kitab suci akan diproses lebih dahulu sebelum jalur prestasi akademik dibuka.
“Kita akan mendahulukan yang perlombaan dan penghafal kitab suci,” katanya.
Dengan sistem tersebut, peserta yang belum lolos di jalur perlombaan maupun penghafal kitab suci masih memiliki kesempatan mengikuti seleksi pada jalur prestasi akademik.
“Artinya, kita juga memberi kesempatan yang luas. Jadi yang sudah mengambil perlombaan tapi ternyata belum beruntung, masih bisa masuk di jalur rapor,” jelasnya.