SURABAYA, PustakaJC.co – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso mengingatkan pentingnya nasionalisme bagi generasi muda, khususnya mahasiswa, di tengah derasnya arus informasi digital dan fenomena post truth yang berkembang di media sosial.
Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri Talkshow Kebangsaan 2026 bertema “Rekonstruksi Nilai Nasional di Era Globalisasi: Bangun Kesadaran Kritis, Kuatkan Nasionalisme” yang digelar Dewan Perwakilan Mahasiswa FISIPOL Universitas Negeri Surabaya di Gedung i6 Srikandi FISIPOL Unesa. Dilansir dari jawapos.com, Minggu, (24/5/2026).
Menurut Cahyo, kondisi saat ini membuat masyarakat semakin sulit membedakan informasi yang benar dan tidak benar. Karena itu, nasionalisme dinilai menjadi fondasi penting untuk menjaga karakter kebangsaan.
“Di tengah kondisi post truth yang mempengaruhi pola pikir kita tentang mana kebenaran dan mana yang harus dipercaya, nasionalisme menjadi penting untuk menjaga karakter kebangsaan kita,” ujarnya.
Ketua DPC Partai Gerindra Surabaya itu menegaskan kekuatan bangsa tidak hanya ditentukan oleh modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista), tetapi juga ketahanan karakter dan kedaulatan pangan nasional.
“Nasionalisme adalah salah satu alat ketahanan kita sebagai bangsa. Yang menjaga kita utuh menjadi suatu bangsa, tidak hanya alutsista yang modern, tetapi juga kedaulatan pangan dan ketahanan karakter kebangsaan kita,” katanya.
Ia menambahkan, nilai nasionalisme sejatinya telah diwariskan para pendiri bangsa sejak awal kemerdekaan. Gagasan Trisakti Presiden Soekarno disebutnya masih relevan diterapkan hingga saat ini.
“Kalau kita mau menjadi bangsa yang merdeka secara utuh, inklusif, berkeadilan dan sejahtera, maka kita harus berdikari dalam ekonomi, berdaulat dalam politik, dan berkepribadian dalam kebudayaan,” tutur Cahyo.
Dalam kesempatan itu, Cahyo juga menekankan pentingnya peran kampus sebagai ruang berdialektika dan bertukar gagasan. Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya menjadi tempat belajar akademik, tetapi juga ruang membangun kesadaran kebangsaan.
“Kampus harus menjadi ruang berdialektika kita bersama-sama. Kampus harus menjadi sarana kita untuk memberikan sumbangsih terbaik kita tidak hanya untuk kampus dan diri kita tetapi juga kepada bangsa dan negara,” tandasnya.
Ia pun mengajak mahasiswa menjadi aktor intelektual yang terus menjaga semangat nasionalisme dalam kehidupan sehari-hari. Cahyo optimistis mahasiswa memiliki pemahaman kebangsaan yang kuat dan mampu menjadi bagian penting dalam menjaga keutuhan bangsa di tengah tantangan globalisasi. (ivan)