Meski demikian, Khofifah mengingatkan bahwa daya tampung SMA dan SMK negeri di Jawa Timur hanya sekitar 39,3 persen dari total lulusan SMP dan sederajat. Karena itu, calon siswa juga perlu mempertimbangkan sekolah swasta sebagai alternatif pendidikan lanjutan.
“Sebanyak-banyaknya mereka berharap bisa masuk sekolah yang diinginkan, tetapi kapasitas SMA-SMKN hanya sekitar 39,3 persen,” katanya.
Di sisi lain, Pemprov Jatim mengapresiasi meningkatnya partisipasi sekolah swasta dalam menyediakan beasiswa pendidikan. Tahun 2026 tercatat sebanyak 2.106 SMA dan SMK swasta membuka program beasiswa, meningkat dibandingkan 1.757 sekolah pada tahun sebelumnya.
Jumlah penerima manfaat juga mengalami kenaikan dari 72.989 siswa pada 2025 menjadi 79.086 siswa pada tahun ini.