Saat melakukan pemantauan di SMA Negeri 1 Surabaya, SMA Negeri 2 Surabaya, SMA Negeri 5 Surabaya, dan SMA Negeri 9 Surabaya, Khofifah menilai proses pelayanan berlangsung tertib dengan ruang verifikasi yang lebih luas serta antrean yang terkendali.
Pengambilan PIN berlangsung mulai 29 Mei hingga 9 Juni 2026. Untuk mendukung pelayanan, rata-rata setiap sekolah mendapat tambahan sekitar 10 operator.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menjelaskan bahwa verifikasi data akan ditutup pada 10 Juni 2026.
Menurutnya, sistem antrean tahun ini jauh lebih lancar karena setiap sekolah memperoleh kuota pelayanan harian sebanyak 200 peserta. Selain itu, layanan tetap dibuka pada Sabtu, Minggu, dan hari libur.
“Kita tidak ingin lagi masyarakat merasa punya waktu cukup singkat untuk mengambil PIN,” ujar Aries.