Dindik Jatim mencatat saat ini Jawa Timur memiliki lebih dari 1.500 SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta dengan ratusan ribu peserta didik yang membutuhkan layanan pendidikan berkualitas.
Karena itu, peningkatan kapasitas guru dinilai menjadi salah satu kunci utama untuk meningkatkan mutu pendidikan sekaligus mendukung target pembangunan sumber daya manusia unggul di Jawa Timur.
Aries juga menekankan bahwa inovasi pembelajaran tidak selalu harus berbentuk teknologi canggih. Inovasi dapat hadir melalui metode mengajar yang lebih menarik, pendekatan kolaboratif, pembelajaran berbasis proyek, hingga penguatan pendidikan karakter.
"Dunia berubah sangat cepat. Guru harus menjadi pembelajar sepanjang hayat agar mampu membimbing siswa menghadapi tantangan masa depan yang semakin kompleks," katanya.