AHY dan Khofifah Satukan Kekuatan Alumni, IKA UNAIR Didorong Jadi Motor Gagasan Strategis untuk Bangsa

pendidikan | 25 Juni 2026 17:35

AHY dan Khofifah Satukan Kekuatan Alumni, IKA UNAIR Didorong Jadi Motor Gagasan Strategis untuk Bangsa
Dok Biro Adpim Jatim

SURABAYA, PustakaJC.co – Pengurus Pusat Ikatan Keluarga Alumni Universitas Airlangga (PP IKA UNAIR) memperkuat perannya sebagai pusat pemikiran strategis melalui Rapat Koordinasi Dewan Pakar yang dihadiri Ketua Umum PP IKA UNAIR Khofifah Indar Parawansa bersama Ketua Dewan Pakar PP IKA UNAIR sekaligus Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), di Ruang Amerta, Kampus C Universitas Airlangga, Selasa (23/6/2026).

 

Pertemuan tersebut membahas berbagai langkah strategis agar jejaring alumni UNAIR mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pembangunan nasional melalui pemikiran akademis, inovasi, serta kolaborasi lintas sektor.

 

Ketua Umum PP IKA UNAIR Khofifah Indar Parawansa mengatakan forum Dewan Pakar menjadi ruang penting untuk menghimpun berbagai gagasan strategis yang dapat diterjemahkan menjadi rekomendasi kebijakan bagi pemerintah maupun program nyata yang berdampak langsung kepada masyarakat.

 

"Pertemuan ini menghasilkan banyak rekomendasi strategis. Saya yakin berbagai pemikiran yang lahir malam ini akan menjadi catatan penting bagi penguatan organisasi sekaligus memberikan manfaat bagi pembangunan Jawa Timur maupun Indonesia," ujar Khofifah.

 

Menurut Khofifah, IKA UNAIR memiliki modal besar berupa jejaring alumni yang tersebar di berbagai bidang, mulai dari pemerintahan, akademisi, dunia usaha, tenaga kesehatan hingga profesional di tingkat nasional maupun internasional.

 

Potensi tersebut, lanjutnya, perlu dikonsolidasikan menjadi kekuatan kolektif untuk menghadirkan solusi atas berbagai tantangan pembangunan.

 

Khofifah menambahkan, Dewan Pakar diharapkan menjadi mitra strategis organisasi dalam menyusun arah kebijakan, memberikan rekomendasi berbasis riset, sekaligus memperkuat posisi IKA UNAIR sebagai pusat pemikiran (think tank) yang mampu menjawab dinamika global maupun nasional.

 

Berbagai agenda yang dibahas dalam rapat meliputi penguatan pembangunan sumber daya manusia, peningkatan kontribusi di bidang pendidikan dan kesehatan, pengembangan jejaring kolaborasi lintas sektor, hingga penyusunan rekomendasi terhadap berbagai isu strategis nasional.

 

Sementara itu, Ketua Dewan Pakar PP IKA UNAIR Agus Harimurti Yudhoyono mengatakan forum tersebut menjadi momentum memperkuat komunikasi antara kalangan akademisi, pemerintah, dan alumni agar mampu melahirkan kebijakan yang berbasis ilmu pengetahuan.

 

AHY menilai posisi Universitas Airlangga yang kini menempati peringkat ketiga perguruan tinggi terbaik di Indonesia dan berada di jajaran 300 besar dunia menjadi modal kuat untuk menghasilkan gagasan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

 

"Hadir bersilaturahmi sekaligus berdiskusi dengan para anggota Dewan Pakar. Gagasan dari para guru besar dan profesor sangat berharga sebagai bagian dari kontribusi kita untuk almamater, masyarakat, dan negara," ujarnya.

 

Menurut AHY, hasil penelitian dan kajian akademik sangat dibutuhkan pemerintah dalam proses pengambilan kebijakan agar setiap keputusan memiliki dasar ilmiah yang kuat.

 

Ia juga mendorong IKA UNAIR menyelenggarakan berbagai forum dialog produktif yang melibatkan kalangan akademisi, pemerintah, pelaku usaha, hingga generasi muda untuk membahas isu-isu strategis nasional sekaligus menghasilkan rekomendasi yang implementatif.

 

Melalui sinergi tersebut, IKA UNAIR diharapkan mampu menjadi organisasi alumni yang tidak hanya mempererat hubungan antaralumni, tetapi juga menjadi kekuatan intelektual yang menghadirkan inovasi, solusi, dan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.

(int)