MAKASSAR, PustakaJC.co – Komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam membangun pendidikan berkualitas menjadi perhatian ratusan peserta Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS di Pusjar SKMP LAN RI Makassar. Di hadapan para dosen muda tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memaparkan berbagai inovasi pendidikan yang telah dijalankan Pemprov Jatim.
Khofifah menjelaskan bahwa transformasi pendidikan di Jawa Timur tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas akademik, tetapi juga diarahkan untuk mencetak lulusan yang siap menghadapi kebutuhan dunia kerja.
Salah satu capaian yang disampaikan adalah keberhasilan Jawa Timur menjadi provinsi dengan penerimaan Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) terbanyak selama tujuh tahun berturut-turut, sejak 2020 hingga 2026.
Selain itu, Pemprov Jawa Timur bersama sekolah dan perguruan tinggi swasta terus memperluas akses pendidikan melalui program beasiswa. Pada tahun 2026 tercatat sebanyak 81.131 calon siswa SMA/SMK swasta serta 62.000 calon mahasiswa perguruan tinggi swasta memperoleh beasiswa pendidikan.
Tidak hanya itu, jumlah sekolah swasta yang ikut memberikan beasiswa juga meningkat 18,84 persen, dari 1.772 sekolah menjadi 2.106 sekolah.
"Kita ingin setiap anak di Jawa Timur memperoleh kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Partnership seperti ini saya rasa hanya ada di Jawa Timur," kata Khofifah.
Dalam mendukung lahirnya SDM unggul, Pemprov Jawa Timur juga mengembangkan berbagai inovasi, mulai dari pembelajaran berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), digital learning, East Java Information Education System (EJIES), hingga penguatan sekolah taruna dan pendidikan vokasi berdampak.
Menurut Khofifah, dunia pendidikan saat ini harus mampu menghasilkan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri.
"Kita membutuhkan kompetensi sesuai kebutuhan pasar, bukan sekadar ijazah. Sertifikat kompetensi menjadi gambaran nyata kemampuan seseorang," ujarnya.
Melalui berbagai langkah tersebut, Khofifah optimistis Jawa Timur dapat terus menjadi salah satu daerah penggerak pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.(pstk01)