7.380 Pelajar Surabaya Terima Bantuan Pendidikan dan Seragam

pendidikan | 15 Juli 2026 08:27

7.380 Pelajar Surabaya Terima Bantuan Pendidikan dan Seragam
Eri Cahyadi (kiri) menyerahkan bantuan Pendidikan kepada pelajar SMK. (dok jatimpos)

SURABAYA, PustakaJC.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyalurkan bantuan pendidikan kepada 7.380 siswa SMA, SMK, dan MA sederajat dari keluarga kurang mampu pada tahun ajaran 2026/2027. Program ini ditujukan bagi keluarga miskin, prasejahtera, anak yatim maupun piatu, serta warga yang masuk kelompok desil kesejahteraan 1 hingga 5.

 

Bantuan diserahkan langsung oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di Gelanggang Remaja Surabaya. Selain paket perlengkapan sekolah berupa seragam putih abu-abu, seragam pramuka, sepatu, dan kaus kaki, Pemkot Surabaya juga memberikan bantuan biaya pendidikan sebesar Rp350 ribu per bulan bagi siswa yang bersekolah di SMA, SMK, dan MA swasta. Dilansir dari jatimpos.co, Rabu, (15/7/2026).

 

Eri Cahyadi mengatakan bantuan tersebut merupakan upaya pemerintah menghadirkan akses pendidikan yang setara sekaligus mengurangi beban ekonomi keluarga. Program tidak hanya menyasar siswa baru kelas X, tetapi juga pelajar kelas XI dan XII.

 

“Hari ini kami menyerahkan bantuan beasiswa sekaligus paket seragam sekolah kepada anak-anak Surabaya. Bantuan ini tidak hanya diberikan kepada siswa kelas X yang baru masuk, tetapi juga kepada siswa kelas XI dan XII agar mereka juga memiliki seragam baru. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban orang tua sekaligus menambah semangat belajar anak-anak,” ujarnya.

 

 

 

Menurut Eri, bantuan pendidikan diberikan berdasarkan kondisi riil masyarakat dan tidak dibatasi kuota tertentu. Selama memenuhi kriteria sebagai warga desil 1 hingga 5, penerima berhak memperoleh bantuan.

 

“Kami tidak menetapkan kuota. Bantuan diberikan berdasarkan data masyarakat yang masuk dalam desil 1 sampai 5. Kalau jumlah penerimanya bertambah, bantuan juga akan bertambah. Sebaliknya, kalau berkurang, jumlah penerima juga menyesuaikan. Prinsipnya, bantuan harus tepat sasaran,” katanya.

 

Pemkot Surabaya juga membuka kesempatan bagi warga yang belum mendaftar pada tahap pertama untuk mengikuti pendataan berikutnya melalui mekanisme pendaftaran secara daring.

 

Eri menegaskan sekolah negeri di Surabaya tidak lagi diperbolehkan menarik pungutan dalam bentuk apa pun seiring kebijakan pendidikan gratis dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Sementara siswa keluarga desil 1 hingga 5 yang bersekolah di sekolah swasta tetap menerima bantuan biaya pendidikan Rp350 ribu per bulan.

 

“Anak-anak yang masuk desil 1 sampai 5 dan bersekolah di sekolah swasta menerima bantuan Rp350 ribu setiap bulan. Dengan adanya bantuan ini, tidak boleh lagi ada pungutan kepada mereka. Ini merupakan bagian dari upaya mengentaskan kemiskinan sekaligus memastikan seluruh warga Surabaya mendapatkan pendidikan yang layak,” tegasnya.

 

 

Selain itu, Eri mengajak para pelajar menjauhi geng motor, tawuran, balap liar, dan berbagai bentuk kenakalan remaja lainnya agar dapat fokus menempuh pendidikan dan meraih cita-cita.

 

Kepala Bagian Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Bapemkesra) Kota Surabaya Arief Boediarto menjelaskan dari 8.469 pendaftar, sebanyak 7.380 siswa dinyatakan lolos setelah melalui proses verifikasi dan validasi.

 

“Kami memastikan penerima bantuan merupakan warga yang benar-benar berhak, yaitu dari keluarga miskin, pramiskin, serta anak yatim dan piatu. Seluruh pendaftar sudah diverifikasi melalui sistem sehingga bantuan ini tepat sasaran,” ujarnya.

 

Ketua Tim Kerja Kesejahteraan Rakyat Bapemkesra Kota Surabaya Efi Zuliati menambahkan nilai bantuan biaya pendidikan tahun ini meningkat dari Rp320 ribu menjadi Rp350 ribu per bulan. Dana tersebut diperuntukkan bagi siswa SMA, SMK, dan MA swasta untuk membayar kebutuhan pendidikan seperti SPP, LKS, dan biaya praktik.

 

Sementara itu, Putri Fellin, siswi kelas XI SMK Rajasa Surabaya yang menjadi salah satu penerima bantuan, mengaku program tersebut sangat membantu keluarganya.

 

“Saya senang sekali karena bantuan ini sangat meringankan beban orang tua. Alhamdulillah, sekarang saya bisa lebih tenang untuk melanjutkan sekolah,” katanya. (ivan)