UNKAFA Gresik Perkuat Jejaring Global Bersama UiTM Malaysia

pendidikan | 18 Juli 2026 09:47

UNKAFA Gresik Perkuat Jejaring Global Bersama UiTM Malaysia
Suasana foto bersama delegasi UNKAFA Gresik dan Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia usai pelaksanaan International Seminar dan Focus Group Discussion sebagai komitmen memperkuat kolaborasi akademik internasional, pengembangan riset, serta program pertukaran mahasiswa dan dosen. (dok gresiksatu)

GRESIK, PustskaJC.co – Universitas Kiai Abdullah Faqih (UNKAFA) Gresik memperkuat langkah internasionalisasi kampus melalui International Seminar dan Focus Group Discussion (FGD) bersama Universiti Teknologi MARA (UiTM) Shah Alam, Malaysia, yang digelar di Medium Hall Kampus B UNKAFA, Jumat, (17/7/2026).

 

Kegiatan tersebut dihadiri pimpinan universitas, dosen, dan mahasiswa sebagai upaya memperluas jejaring akademik internasional sekaligus membuka peluang kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah, dan pengembangan sumber daya manusia. Dilansir dari gresiksatu.com, Santu, (18/7/2026).

 

Seminar diawali keynote speech Wakil Rektor I UNKAFA Gresik, Dr. H. Mohammad Makluddin, yang menegaskan pentingnya internasionalisasi sebagai bagian dari transformasi perguruan tinggi. Diskusi kemudian dipandu Dr. Nashrullah dengan menghadirkan dua akademisi Faculty of Built Environment UiTM Shah Alam, Malaysia, yakni Sr. Dr. Ahmad Shazrln Mohamed Azmi dan Sr. Dr. Nurul Nadiah Zainol.

 

Dalam pemaparannya, kedua narasumber memperkenalkan perkembangan UiTM sebagai salah satu perguruan tinggi terbesar di Malaysia, termasuk tata kelola kampus, pengembangan sumber daya manusia, serta pengalaman membangun kolaborasi akademik dengan berbagai universitas di dunia.

 

 

Pembahasan juga menyoroti strategi membangun perguruan tinggi yang mampu bersaing secara global tanpa meninggalkan identitas kelembagaan. Dalam forum tersebut, karakter UNKAFA sebagai kampus berbasis pesantren mendapat perhatian khusus dari delegasi UiTM.

 

Sr. Dr. Ahmad Shazrln Mohamed Azmi menilai model pendidikan yang diterapkan UNKAFA memiliki keunikan tersendiri karena mengintegrasikan sistem perguruan tinggi dengan tradisi pesantren.

 

“Kami melihat ini sebagai kekuatan dan identitas yang sangat potensial untuk dikenal di tingkat internasional. Dengan distingsi tersebut, UNKAFA memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi kampus yang memiliki daya saing global,” ujarnya.

 

Menurutnya, visi UNKAFA sebagai Leading Turath University menjadi modal penting dalam membangun reputasi akademik internasional. Pengembangan khazanah keilmuan Islam klasik atau turath dinilai dapat menjadi identitas yang memperkuat posisi UNKAFA dalam menjalin kemitraan dengan berbagai perguruan tinggi dunia.

 

Selain penguatan kelembagaan, seminar juga membahas strategi internasionalisasi melalui peningkatan kualitas riset, publikasi ilmiah bereputasi, pengembangan jejaring akademik, hingga penyelenggaraan program kolaboratif lintas negara.

 

 

 

Pada sesi FGD, kedua institusi mendiskusikan sejumlah program kerja sama yang berpotensi direalisasikan dalam waktu dekat. Beberapa di antaranya meliputi student mobility, pertukaran mahasiswa dan dosen, penelitian kolaboratif, pendampingan riset mahasiswa, publikasi ilmiah internasional, visiting lecturer, hingga penyelenggaraan seminar dan konferensi bersama.

 

“Kolaborasi harus diwujudkan dalam kegiatan yang konkret. Student mobility, penelitian bersama, publikasi internasional, pertukaran dosen, hingga joint conference merupakan langkah-langkah yang dapat kita bangun bersama antara UiTM dan UNKAFA,” kata Ahmad Shazrln.

 

Sementara itu, Wakil Rektor I UNKAFA Gresik, Dr. H. Mohammad Makluddin, menegaskan bahwa internasionalisasi menjadi agenda strategis universitas yang tetap berpijak pada nilai-nilai pesantren.

 

“UNKAFA tidak ingin menjadi kampus yang hanya dikenal di tingkat lokal. Kami ingin membawa nilai-nilai pesantren, tradisi keilmuan Islam, dan khazanah turath ke panggung internasional. Karena itu, kolaborasi dengan UiTM Malaysia menjadi langkah strategis dalam mewujudkan visi UNKAFA sebagai Leading Turath University,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, identitas pesantren merupakan kekuatan utama UNKAFA dalam membangun jejaring global. Menurutnya, internasionalisasi tidak harus menghilangkan jati diri institusi, melainkan menjadikannya sebagai nilai tambah dalam kompetisi global.

 

“Tradisi pesantren, penguasaan turath, dan semangat inovasi harus berjalan beriringan agar UNKAFA mampu memberikan kontribusi bagi pengembangan pendidikan tinggi Islam di tingkat dunia,” pungkas Wakil Rektor I UNKAFA Gresik itu.

 

Suasana International Seminar dan Focus Group Discussion antara UNKAFA Gresik dan Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia yang membahas penguatan kerja sama akademik internasional, riset kolaboratif, serta pengembangan pendidikan tinggi berbasis nilai pesantren. (ivan)