SURABAYA, PustakaJC.co – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Cahyo Haryo Prakoso, menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat optimal bagi peserta didik. Hal itu disampaikan usai meninjau pelaksanaan program MBG di SDN Perak Utara III/60 Surabaya, Senin, (27/7/2026).
Menurut Cahyo, DPRD Jatim akan terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program sebagai bentuk dukungan terhadap salah satu program strategis nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas generasi penerus bangsa. Dilansir dari kominfojatim.go.id, Senin, (27/7/2026).
“Kami selalu berkomitmen sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Timur untuk terus mengawal program ini, terus mengevaluasi, dan menyempurnakan program yang baik ini. Tentu banyak tantangan dalam pelaksanaannya, tetapi tujuan utamanya adalah bagaimana negara menginvestasikan program ini untuk pembangunan generasi penerus kita,” ujar Cahyo.
Ia menilai, pemenuhan gizi yang baik sejak usia sekolah akan memberikan dampak besar terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia. Anak-anak yang memperoleh makanan bergizi, higienis, dan sesuai kebutuhan diyakini akan tumbuh lebih sehat serta memiliki daya saing yang lebih baik di masa depan.
“Ketika anak-anak kita perutnya kenyang, gizinya berkualitas, makanannya higienis, maka kualitas hidup mereka akan meningkat. Dampaknya nanti juga akan dirasakan pada kualitas tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi ke depan,” katanya.
Menanggapi usulan agar penerima manfaat MBG diprioritaskan bagi keluarga kurang mampu, Cahyo menyatakan evaluasi mengenai ketepatan sasaran memang penting dilakukan. Namun, ia mengingatkan agar kebijakan tersebut tidak memunculkan perlakuan berbeda di lingkungan sekolah.
“Program yang baik ini memang harus tepat sasaran dan diterima masyarakat yang membutuhkan. Tetapi kita juga tidak boleh memilah-milah murid berdasarkan kondisi ekonomi karena itu sama saja mengklasterisasi anak-anak di sekolah. Efisiensi dan ketepatan sasaran harus menjadi evaluasi kita bersama,” tegasnya.
Selain itu, Cahyo mengapresiasi pelaksanaan Program MBG di SDN Perak Utara III/60 Surabaya yang dinilai berjalan dengan baik. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi antara pihak sekolah, Dinas Pendidikan Kota Surabaya, dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Ia menyebut seluruh 305 siswa di sekolah tersebut telah menerima manfaat program. Kualitas menu, pengemasan makanan, hingga ketepatan waktu distribusi juga dinilai telah memenuhi standar yang diharapkan.
“Pelaksanaan MBG di sini sangat baik. Ini tidak lepas dari koordinasi Ibu Kepala Sekolah beserta jajaran dengan Dinas Pendidikan Kota Surabaya yang terus mendampingi dan mengawal, serta komunikasi aktif dengan pihak SPPG. Menunya bagus, kemasannya baik, dan pengirimannya selalu tepat waktu,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SPPG Pelabuhan Tanjung Perak, Ichda Afifatul Rahma, menjelaskan distribusi makanan dilakukan sesuai jadwal belajar di masing-masing sekolah. Pengiriman dimulai pukul 07.00 WIB untuk kloter pertama dan dilanjutkan pukul 10.00 WIB untuk kloter berikutnya agar makanan diterima dalam kondisi layak konsumsi.
Ichda mengatakan penyusunan menu dilakukan secara bergantian setiap hari dengan tetap mengacu pada standar kebutuhan gizi. Pihaknya juga membuka ruang bagi sekolah maupun siswa untuk memberikan masukan terhadap variasi menu yang disajikan.
“Kami menerima saran dari sekolah maupun anak-anak terkait menu. Setelah itu kami diskusikan dengan tim gizi agar tetap sesuai standar, lalu kami laksanakan,” jelas Ichda.
Terkait adanya siswa yang menilai porsi makanan kurang banyak, Ichda menjelaskan bahwa ukuran porsi telah disesuaikan berdasarkan kelompok usia dan kebutuhan gizi masing-masing. Siswa kelas 1 hingga kelas 3 SD menerima porsi yang berbeda dengan siswa kelas 4 hingga kelas 6 maupun guru.
“Perbedaan porsi itu sudah disesuaikan dengan kebutuhan gizi masing-masing kelompok usia, jadi bukan karena perlakuan yang berbeda,” pungkasnya. (ivan)