Sementara itu, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Jawa Timur, Muchamad Arif Ardiansyah, memastikan seluruh fasilitas utama di Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Surabaya siap digunakan untuk mendukung proses pembelajaran.
Menurut Arif, asrama beserta ruang kelas untuk jenjang SMP dan SMA telah selesai dibangun, sedangkan fasilitas bagi tenaga pendidik kini tinggal memasuki tahap akhir penyelesaian.
Saat ini, Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Surabaya memiliki kapasitas sebanyak 120 siswa SMA, 120 siswa SMP, dan 30 siswa SD. Dinas Sosial Jawa Timur juga mulai memindahkan sebanyak 98 siswa kelas rintisan yang sebelumnya menjalani proses belajar di Universitas Negeri Surabaya menuju gedung permanen.
Arif menambahkan, pelaksanaan resmi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi seluruh jenjang pendidikan dijadwalkan berlangsung pada pekan depan. Kegiatan tersebut akan dimulai setelah seluruh peserta didik menyelesaikan pemeriksaan kesehatan sebagai bagian dari persiapan memasuki lingkungan sekolah yang baru.
Dengan kesiapan fasilitas yang terus dimatangkan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap Sekolah Rakyat dapat menjadi model pendidikan yang tidak hanya memperluas akses belajar bagi masyarakat kurang mampu, tetapi juga melahirkan generasi unggul yang mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah dan nasional. (ivan)