DPRD Jatim Nilai Sekolah Rakyat Mampu Putus Rantai Kemiskinan

pendidikan | 01 Agustus 2026 18:04

DPRD Jatim Nilai Sekolah Rakyat Mampu Putus Rantai Kemiskinan
Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso, menyapa dan berbincang dengan para siswa di dalam kamar asrama Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Surabaya saat meninjau kesiapan fasilitas menjelang pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). (dok kominfo)

SURABAYA, PustakaJC.co - Program Sekolah Rakyat dinilai menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia. DPRD Jawa Timur berharap program tersebut mampu menjadi solusi untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan yang merata dan berkualitas, Surabaya, Jumat, (31/7/2026).

 

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso, menilai kehadiran Sekolah Rakyat menjadi salah satu program penting pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan bagi masyarakat yang membutuhkan. Menurutnya, pendidikan merupakan kunci utama untuk menciptakan generasi yang lebih mandiri, berdaya saing, dan mampu keluar dari lingkaran kemiskinan. Dilansir dari kominfojatim.go.id, Minggu, (1/8/2026).

 

Sekolah Rakyat merupakan implementasi upaya pemerintah meningkatkan kualitas pendidikan sebagai salah satu strategi memutus rantai kemiskinan,” ujar Cahyo usai meninjau kesiapan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Surabaya menghadapi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

 

 

Ia menjelaskan, program tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan akademik, tetapi juga diarahkan untuk membentuk karakter peserta didik. Nilai-nilai kedisiplinan, kemandirian, cinta tanah air, dan semangat kebangsaan diharapkan menjadi bekal penting bagi para siswa dalam menghadapi masa depan.

 

Dalam peninjauannya, Cahyo menyebut sarana dan prasarana Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Surabaya secara umum telah siap digunakan. Meski masih terdapat beberapa fasilitas yang sedang disempurnakan, kondisi yang ada dinilai sudah memadai untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.

 

Secara kualitas, infrastruktur dan sarana prasarana memang masih dalam tahapan penyempurnaan, tetapi sudah sangat membanggakan dan cukup baik,” katanya.

 

Ia juga mengajak seluruh peserta didik memanfaatkan kesempatan belajar di Sekolah Rakyat dengan sungguh-sungguh. Menurutnya, fasilitas yang telah disediakan pemerintah harus menjadi motivasi bagi siswa untuk terus mengembangkan kemampuan sehingga mampu menjadi kebanggaan keluarga, daerah, maupun bangsa.

 

 

Sementara itu, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Jawa Timur, Muchamad Arif Ardiansyah, memastikan seluruh fasilitas utama di Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Surabaya siap digunakan untuk mendukung proses pembelajaran.

 

Menurut Arif, asrama beserta ruang kelas untuk jenjang SMP dan SMA telah selesai dibangun, sedangkan fasilitas bagi tenaga pendidik kini tinggal memasuki tahap akhir penyelesaian.

 

Saat ini, Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Surabaya memiliki kapasitas sebanyak 120 siswa SMA, 120 siswa SMP, dan 30 siswa SD. Dinas Sosial Jawa Timur juga mulai memindahkan sebanyak 98 siswa kelas rintisan yang sebelumnya menjalani proses belajar di Universitas Negeri Surabaya menuju gedung permanen.

 

Arif menambahkan, pelaksanaan resmi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi seluruh jenjang pendidikan dijadwalkan berlangsung pada pekan depan. Kegiatan tersebut akan dimulai setelah seluruh peserta didik menyelesaikan pemeriksaan kesehatan sebagai bagian dari persiapan memasuki lingkungan sekolah yang baru.

 

Dengan kesiapan fasilitas yang terus dimatangkan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap Sekolah Rakyat dapat menjadi model pendidikan yang tidak hanya memperluas akses belajar bagi masyarakat kurang mampu, tetapi juga melahirkan generasi unggul yang mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah dan nasional. (ivan)